DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Indonesia Kirim 23 Tim ke SEM 2018

Ekawan Raharja - 09 Maret 2018 19:07 wib
Indonesia diwakili 23 peserta di ajang kompetisi kendaraan ramah lingkungan di Shell Eco-Marathon. medcom.id/Ekawan Raharja
Indonesia diwakili 23 peserta di ajang kompetisi kendaraan ramah lingkungan di Shell Eco-Marathon. medcom.id/Ekawan Raharja

Singapura: Shell Eco-Marathon (SEM) Asia kembali bergulir di 2018. Indonesia menjadi salah satu peserta yang cukup 'royal' mengirimkan peserta. Sebanyak 26 tim dari berbagai perguruan tinggi di seluruh nusantara, meski hanya 23 yang lolos.

Shell Eco-Marathon 2018 merupakan sebuah perlombaan mobil buatan mahasiswa dari seluruh negara di Asia. Di sini mereka berlomba menghadirkan kompetisi padat teknologi dan inovasi untuk menghasilkan mobil dengan efisiensi bahan bahar tertinggi.

"Ini menjadi ajang dan kesempatan universitas di Indonesia bisa sejajar dengan universitas-universitas dunia lainnya dari berbagai penjuru Asia," tegas President Director & Country Chairman Shell Indonesia, Darwin Silalahi, Kamis (9/3/2018) di Changi Exhibition Center Singapura.

Salah satu peserta melalui Manager Malem Diwa Urban Team dari Universitas Syiah Kuala, Agung Saputra, menjelaskan, keikutsertaan mereka di SEM 2018 sebagai pembuktian. Bahwa mereka tak hanya jago kandang.

Mereka ingin menunjukan bahwa Universitas yang berada di Daerah Istimewa Nangroe Aceh Darussalam ini juga tidak kalah dengan universitas-universitas besar lainnya.

"Aceh kini sudah berbeda, kami ingin menunjukan bahwa Aceh juga bisa berprestasi dan bersaing dengan universitas lainnya," ucap Agung dikesempatan yang sama.

Meski Indonesia hadir dengan status tim terbanyak, tidak serta merta mereka semua bisa ikut perlombaan yang berlangsung 10-11 Maret 2018. Ada tahapan technical inspection yang harus mereka ikuti sebelum mengikuti menu utama SEM 2018.

Sebanyak 12 poin technical inspection yang harus mereka lewati. Mulai dari telemetrik, rem, mesin, sasis, dan berbagai inspeksi lainnya.

Sayangnya hanya 23 tim dari Indonesia yang bisa lolos untuk berlomba di SEM 2018. Ini artinya ada 3 tim yang tidak dapat menyelesaikan technical inspection yakni Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Indonesia Nakoela, Politeknik Technical Education Development Center Bandung Erau Team.

SEM 2018 juga dibagi ke dalam dua kategori, yakni UrbanConcept dan Prototype. Kemudian masing-masing kategori terbagi dalam kelas internal combustion engine (ICE), Battery Electric, hingga Hydrogen.


(UDA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KENDARAAN RAMAH LINGKUNGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MOBIL
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018