DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Injektor Harus Presisi, Penyebab Mesin Diesel Wajib Kalibrasi

M. Bagus Rachmanto - 12 Oktober 2018 10:35 wib
Kembalikan performa, mesin disel perlu dikalibrasi secara berkala. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
Kembalikan performa, mesin disel perlu dikalibrasi secara berkala. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Teknologi otomotif terus mengalami perkembangan. Kini sistem injeksi elektronik bukan hal aneh lagi dan sudah diaplikasikan mobil keluaran terbaru, baik yang bermesin bensin maupun diesel.

Menurut Sales Support Departemen Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Reiner Tandionei, meski sama-sama sudah memakai sistem injeksi elektronik, namun ada perbedaan perlakuan antara mesin bensin dan diesel. 

"Mesin diesel dikenal tangguh dan irit. Tapi kalau salah perawatan, malah bisa jadi boros BBM, asap knalpot hitam serta tenaga mesin berkurang," papar Reiner saat berbincang dengan Medcom.id di Bekasi, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Reiner menambahkan, mesin diesel perlu mendapat perawatan berkala dengan cara dikalibrasi. Tujuannya untuk membersihkan dan menyamakan tekanan di tiap unit injektor. 

"Karena usia pemakaian biasanya saluran injektor akan berkerak, ini menyebabkan kualitas semprotan tiap injektor berbeda. Akibatnya pernurunan performa dan mesin jadi boros bahan bakar. Untuk mengembalikan performa mesin perlu dilakukan kalibrasi," tambah Reiner. 

Proses kalibrasi biasanya dilakukan dengan proses pembersihan saluran injektor, kemudian pengetesan masing-masing injektor dengan cara penyemprotan semburan solar ke dalam tabung ukur. Proses selanjutnya bakal dilakukan untuk mendapatkan hasil volume semburan injektor yang sesuai.


(UDA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TIPS KNOWLEDGE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MOBIL
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018