Kenali Perbedaan Busi Asli dan Palsu

M. Bagus Rachmanto - 11 Februari 2018 10:17 wib
Busi palsu berpengaruh terhadap performa mesin dan kerusakan komponen lainnya. medcom.id/M. Bagus Rachmanto
Busi palsu berpengaruh terhadap performa mesin dan kerusakan komponen lainnya. medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Jakarta: Penting bagi pemilik kendaraan bermotor untuk memperhatikan penggantian berkala komponen yang tergolong fast moving, seperti busi. Maklum, bentuknya tidak terlalu besar dan terletak di dalam mesin membuat komponen ini sering dilupakan, bahkan belum akan diganti jika belum aus atau rusak.

Padahal, busi punya peran vital yang berfungsi sebagai pemantik bunga api dalam ruang bakar mesin. Tujuannya untuk membakar campuran udara dan bahan bakar agar piston bisa bergerak sesuai dengan perintah ledakan bahan bakar setelah terkena bunga api tadi.  

Karena perannya sangat vital, sudah selayaknya Anda memperhatikan kualitas komponen yang satu ini, terutama keaslian produk. Berhati-hatilah ketika membeli membeli busi, karena maraknya penjualan busi palsu. Hal tersebut tak hanya berefek terhadap performa mesin, tapi bisa juga berdampak pada kerusakan komponen dari penggunaan busi palsu alias abal-abal.

Aftermarket Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, membeberkan cara mengenali atau mengidentifikasi perbedaan busi asli dan palsu. Pertama, perhatikan terminal nut, ulir di busi asli lebih halus dan rapi ketimbang yang palsu.

Perbedaan busi asli (kiri) dan palsu. NGK

Kedua, adalah penulisan part number, di busi asli penulisannya rapih teratur. Sedangkan yang palsu tulisan bisa lebih tebal atau tipis dan posisi pemulisan yang tidak rapih. Ketiga, busi asli selalu memiliki nomor lot produksi di bagian hexagonal yang tak ditemui di busi palsu.

Keempat, metal shell busi asli terbuat dari bahan besi baja yang kuat dan tahan panas. Dengan proses pengerjaan plating Cr3. Busi asli tahan akan korosi dan warna tidak pudar meski disimpan lama. 

Kelima, perhatikan desain gasket/ring busi, di busi palsu biasanya mudah terlepas. Sementara posisi ring di busi asli dirancang agar lebih susah terlepas. "Kami menjamin, posisi ring di busi asli yang sudah terlepas tidak akan bisa dipasang kembali," klaim Diko saat berbincang dengan medcomid di acara Gathering Journalist NGK Busi , di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Terakhir, perhatikan konstruksi ujung elektroda, gap dan penyambungan di busi asli sangat rapih. Sehingga kemungkinan untuk patah dan merusak mesin tak akan ada.


(UDA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TIPS KNOWLEDGE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MOBIL
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 27-05-2018