Salah Settiing ECU, Kawasaki Recall Z125 Pro Series

Ahmad Garuda - 27 Desember 2017 07:30 wib
Kawasaki Z125 Pro harus di-recall karena salah setting ECU. Asphalt&Rubber
Kawasaki Z125 Pro harus di-recall karena salah setting ECU. Asphalt&Rubber

Amerika: National Highway Traffic and Safety Administration (NHTSA) sebagai lembaga yang mengawasi produk-produk otomotiif yang melintas di jalan raya, kembali menemukan motor yang cacat. Kali ini motor berdimensi kecil dariKawasaki yaitu Z125 Pro dan Z125 Pro KRT Edition yang mengalami kegagalan setting ECU (engine control unit).

Kesalahan setting ECU tersebut, ditemukan seragam terjadi terhadap motor tersebut dan memaksa geng hijau ini untuk melakukan recall. Recall ini penting mengingat masalah yang timbul akibat kesalahan setting dari pabriknya itu, dapat membuat mesin tiba-tiba stall atau berhenti secara tiba-tiba.

Berdasarkan data yang dirilis NHTSA bahwa setting yang dimaksud adalah aturan pengapian dan sistem injeksi bahan bakar yang dipasok ke ruang bakar tak kompak. Akibatnya, bisa langsung membuat mesin berhenti beroperasi secara mendadak.

Beruntung motor yang tenar dengan nama KSR yang mengalami recall ini, benar-benar teradi untuk seri ini saja. Tidak berimbas terhadap tipe lain. Unit yang terdampak adalah edisi 2017 dan 2018.

Namun dari data hasil analisis Kawasaki, bahwa kondisi tersebut hanya terjadi saat posisi start-stop di RPM rendah. Artinya kemungkinan untuk terjadi masalah ini saat putaran tinggi atau ketika motor sedang digunakan jalan, rasanya minim.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka, pemilik motor naked versi mini itu bakal segera dikabari untuk menjalani proses recall. Penggantian yang bakal dilakukan Kawasaki lansgung satu unit ECU baru tanpa dikenakan harga alias gratis.

Mengingat motor ini juga dipasarkan secara luas di pasar otomotif nasional, maka penting untuk melakukan pengecekan tahap awal. Agar tak terjadi masalah di kemudian hari.


(UDA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KAWASAKI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MOTOR
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 22-02-2018