DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Peringati Hari Pers Nasional, GI-JOE Gelar Touring dan Bakti Sosial

Kautsar Halim - 13 Februari 2018 19:00 wib
Keceriaan acara bakti sosial GI-JOE di Cisolok, Sukabumi. (Foto: GI-JOE)
Keceriaan acara bakti sosial GI-JOE di Cisolok, Sukabumi. (Foto: GI-JOE)

Jakarta: GI-JOE yang merupakan kepanjangan dari GSX Indonesia Journalist Owner punya cara tersendiri untuk menjaga keberlangsungan komunitasnya. Selain menggelar touring dan kopdar yang biasa dilakukan klub lain, mereka juga ikut berbaur dengan masyarakat setempat untuk menggelar kegiatan bakti sosial. Menariknya, seluruh rangkaian acara dipersembahkan  untuk memperingati Hari Pers Nasional yang jatuh tiap 9 Februari.

Kegiatan bertajuk “Safety Touring dan Bakti Sosial Perdana GI-JOE” berlangsung selama tiga hari (9-11 Februari) dengan melahap rute Jakarta-Bogor-Sukabumi. Dalam penyelenggarannya, GI-Joe didukung berbagai komunitas lain, yakni Inazuma Owner Network (ION), GSX Community, GSX Club Indonesia (GCI), dan komunitas lokal Sukabumi. Tidak ketinggalan juga, terdapat wakil dari Forum Wartawan Otomotif (Forwot) yang turut ambil bagian.
Peran sponsor terbilang kuat dalam kegiatan ini. Sebab, terdapat lima pihak yang turut membantu. Masing-masing dari mereka adalah PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS), produsen ban sepeda motor IRC, Adira Insurance , helm NHK serta GS Astra. Dukungan para sponsor besar manfaatnya untuk acara bakti sosial, door prize, serta kenyamanan berkendara para anggota GI-JOE.



Perasaan bahagia terpancar dari seluruh peserta touring ketika tiba di lokasi acara maupun bisa kembali pulang dengan selamat. Namun, terdapat tantangan besar yang harus ditaklukkan di sepanjang perjalanan. Misalnya, rute ekstrem yang berkelok dan menanjak, cuaca tidak menentu, serta bagaimana caranya menjaga konsentrasi saat lelah berkendara.

Medcom.id yang memang salah satu anggota GI-JOE berkesempatan terjun langsung dalam kegiatan touring perdana tahun 2018 ini. Berbagai keseruan dan tantangan pun berhasil diabadikan lewat foto dan tulisan. Berikut laporannya:

Tantangan Hari Pertama (Jumat, 9 Februari)
Belum banyak keceriaan menghiasai hari pertama. Pasalnya, jadwal keberangkatan yang mengambil titik kumpul di Bogor harus tertunda lantaran kapten rombongan telat datang. Selain itu, tidak sedikit juga para anggota GI-JOE yang malah berhalangan hadir. 

Beruntung ada beberapa perwakilan dari GCI Jakarta dan GCI Bogor yang turut bergabung meramaikan kegiatan. Alhasil, setelah menunggu sekitar dua jam dari waktu yang disepakati, gabungan 14 motor GSX-R dan GSX-S bisa berangkat pada Jumat malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Perjalanan berangkat dari Bogor terpantau nyaman karena arus lalu lintasnya lancar dan kondisi cuaca pun cerah. Tapi setelah tiba di Sukabumi sekitar sejam kemudian, “fun riding” itu harus berakhir karena hujan mulai mengguyur. 



Rombongan sempat menepi di Cibadak untuk menyantap bubur ayam sambil berharap hujan reda. Rumornya, warung tersebut menyajikan bubur ayam paling enak se-Sukabumi. Namun setelah perut terisi, hujan malah semakin deras. Apa boleh buat, perjalanan harus dilanjutkan sambil mengenakan jas hujan dan berbecek ria. 

Salah satu peserta touring ada yang terjatuh saat rombongan mengarah ke Cikidang. Saat itu, ia kehilangan kendali karena tidak melihat lubang yang berada di depan turunan. Beruntung tidak ada cedera berarti atau kerusakan motor parah karena laju rombongan memang sedang pelan. Selain itu, peserta touring lainnya juga langsung sigap memberikan pertolongan.





Perjalanan makin mencekam saat melintasi rute Cikidang yang kanan-kirinya adalah kebun pohon karet dan kelapa sawit. Ditambah hujan badai, rombongan dihadapkan dengan kendala jarak pandang, lintasan berkelok serta tanjakan-turunan yang curam dan licin. Namun sesuai dengan tagline GSX yang berbunyi “Nyalakan Nyali”, semua peserta berhasil melewatinya karena tantangan adalah kesenangan.

Keceriaan Hari Kedua (Sabtu,10 Februari)
Tidak seperti biasanya yang bisa tidur malam minimal delapan jam, kali ini para peserta touring hanya mendapat waktu beberapa jam saja untuk memejamkan mata. Itu terjadi karena rombongan baru tiba di Pondok Restoran Cisolok yang merupakan lokasi acara sekitar pukul 04.00 WIB. Sementara itu, mereka semua sudah harus menyiapkan acara bakti sosial pada pukul 10.00 WIB. 

Terdapat dua sesi bakti sosial yang dilakukan GI-JOE. Masing-masing sesinya memiliki tujuan yang mulia bagi penduduk setempat maupun para pemangku kepentingan di desa. Sesi pertama dilakukan dengan mengundang aparat kepolisian karena kegiatannya adalah membagikan 25 set ban. Ini dilakukan agar polisi yang notabene sebagai mitra wartawan bisa selalu berada dalam kondisi prima saat melaksanakan tugasnya.




Sesi kedua adalah bakti sosial yang paling paling seru. Sebab, kegiatannya bertajuk lomba menggambar helm bagi anak-anak yang masih berusia 6-11 tahun. Terhitung, ada 30 peserta putra dan putri yang antusias berpartisipasi dalam lomba tersebut.

Hadiah piala dan bingkisan menarik sudah disiapkan bagi lima anak dengan gambar terbaik. Selain itu, semua peserta juga berhak membawa pulang helm hasil karyanya sendiri. GI-JOE tidak sembarangan memilih helm sebagai kanvas karena mereka ingin mengenalkan pentingnya berkendara dengan aman sejak usia dini. 

“Kami mengajak anak-anak untuk berperan aktif melalui lomba mewarnai helm yang nantinya bisa mereka gunakan saat berkendara bersama keluarga. Kami yakin bahwa untuk menciptakan generasi yang sadar tentang keamanan berkendara harus dimulai sejak usia dini,” kata Jules Rimet Langitan selaku Ketua Umum GI-JOE.

“Belum pernah ada komunitas motor yang melibatkan masyarakat di sini. Kami menyambut baik lomba mewarnai helm anak yang diadakan dan berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh positif bagi komunitas lain,” tambah Kepala Desa Cisolok, Yusuf Supriadi, saat mendapat kesempatan menyampaikan kata sambutan. 




Sesuai dengan terik matahari yang menyinari Cisolok, suasana usai lomba makin hangat dengan penyelenggaraan kuis. Baik anak-anak maupun orang tua berebut ingin ikutan karena terdapat hadiah menarik bagi yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Dengan begini, para peserta yang kalah lomba juga bisa tetap kebagian hadiah.

Setelah semua bingkisan habis dibagikan, GI-JOE bersama GCI menurunkan enam anggotanya untuk memberi kejutan. Secara bergantian mereka membonceng puluhan peserta lomba dengan motor GSX-nya masing-masing. Rute untuk berjalan-jalan memang tidak jauh, tapi setidaknya anak-anak jadi bisa ikut merasakan bahagianya mengendarai motor sport.   

“Aku senang sekali bisa naik motor balap yang warna merah,” kata Asep, siswa kelas 3 SD Negeri Cisolok.



Seluruh kegiatan bakti sosial beserta acara tambahannya baru rampung pada sore hari. Setelah itu, semua rombongan touring beralih ke pantai untuk menikmati pemandangan matahari terbenam sambil berfoto bersama. Lelah dan letih juga seakan menghilang ketika sesi pengundian door prize bergulir pada malam hari.

Hari Ketiga Berkumpul untuk Kembali (Minggu, 11 Februari)
Sebelum menempuh perjalanan pulang yang panjang dan melelahkan, para anggota touring menyempatkan diri untuk mampir ke Geyser Cisolok yang merupakan kawasan wisata desa setempat. Pancuran air panas alami serta dinginnya aliran sungai di sana, tetbukti ampuh mengembalikan stamina yang hilang. Usai penyegaran dan sarapan, seluruh peserta touring meninggalkan pondok restoran di Cisolok sekitar pukul 11.00 WIB.


A post shared by KH Zamroni (@khzamroni) on Feb 12, 2018 at 10:05pm PST
 

Jalur pulang yang mengambil rute Taman Angsa masih ekstrem karena lintasannya berkelok dan basah akibat hujan. Namun, perjalanan jadi sedikit lebih ramah karena terbantu penerangan sinar mentari. Selain itu, rasa mengantuk bisa diredam dengan indahnya pemandangan gunung dan laut dari beberapa sisi jalan. Komunitas GSX Sukabumi punya peran penting dalam perjalanan pulang karena mereka mengawal rombongan melalui jalan alternatif agar tiba lebih cepat di Bogor. 



Rombongan touring sempat terpecah ketika memasuki wilayah Bogor yang padat dengan berbagai kendaraan. Namun, semuanya mampu tiba dengan selisih dengan waktu yang tidak terlalu jauh ketika melakukan check point terakhir di salah satu mini market di Pamoyanan. Setelah itu, masing-masing anggota GI-JOE saling berpamitan dan berpencar untuk kembali pulang ke rumah masing-masing dengan selamat.  
 



(UDA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KLUB MOTOR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MOTOR
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018