DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Astrea Prima 1991 Street Cub Cangkok Jeroan Honda GL

M. Bagus Rachmanto - 14 Mei 2018 07:02 wib
Astrea Prima rasa GL. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
Astrea Prima rasa GL. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto

Bekasi: Keinginan Fajri sejak zaman kuliah punya sepeda motor BMW R 25 kandas, setelah sang pemilik BMW yang juga masih kerabatnya tidak mau menjualnya.

Tapi hal tersebut tidak menyurutkan niat ayah tiga anak ini untuk punya tunggangan impian. Pilihan pun beralih ke merek asal Jepang, yaitu Honda Astrea Prima lansiran 1991. Menurut Fajri selain hobi, pemilihan ini disesuaikan dengan kemampuannya.

“Motor bahan yang saya beli beberapa bulan lalu ini juga sudah tidak standar lagi, kondisinya sudah basic street cub. Saya sengaja pilih yang sudah dimodifikasi biar ubahannya tidak terlalu banyak dan hemat,” beber Fajri.

Tidak ingin buang-buang waktu, motor yang baru dibeli langsung didandani. Awal penggarapan, sang empunya belum menemukan konsep yang tepat untuk diaplikasikan ke tunggangannya. Lantaran Ia juga adalah tipe orang cepat bosan dan sering gonta-ganti model setiap dua minggu sekali.

Bodi motor dikerjakan paling awal, hal ini bertujuan untuk mengukur posisi pemasangan ban besar berukuran 17/400, dengan penggunaan pelek Champ berukuran 17/250 di bagian depan dan 17/300 di bagian belakang.

“Sampai sekarang saya juga bingung konsepnya apa, karena saya tidak ingin menganut satu aliran biar tak ada yang tiru. Kalau bisa orang lain yang tiru saya. Yang jelas kalau naik motor ini, Astrea Prima rasa GL,” kata Fajri sambil tersenyum.

Belum puas sampai di situ, biar nyaman dipakai, kaki-kaki bagian depan comot satu set kepunyaan Honda GL pro, mulai dari segitiga, shockbreaker hingga rem cakram. Di bagian belakang pakai shockbreaker Yoko, ditambah pemasangan gear custom di roda belakang ukuran 31 supaya tak berat karena pakai ban besar.

Tak lengkap rasanya jika tidak menambahkan aksesoris sebagai pemanis, seperti pemasangan setang motor kidaus, handgrip custom, spion custom, head lamp pake punya CB oval, serta knalpot CB 125 biar tampil lebih klasik.

Untuk urusan mesin tidak menjadi perhatian utama pria yang satu ini, alasannya tidak senang ngebut. “Mesinnya standar tak diutak-atik, karena memang tak seneng ngebut juga, yang penting kondisinya prima dan kuat nanjak kalau dibawa ke Puncak,” tutupnya.

Spesifikasi:
Shockbreaker depan GL
Rem Cakram depan GL
Segitiga GL
Shockbreaker belakang Yoko
Ban Swallow 17/400
Pelek Champ depan 17/250, belakang 17/300
Knalpot CB 125


(UDA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MODIFIKASI MOTOR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA MOTOR
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018