DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Ma'ruf: Biarkan Masyarakat Boyolali yang Menilai Maaf Prabowo

M Sholahadhin Azhar - 08 November 2018 14:48 wib
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin--Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, angkat bicara soal permintaan maaf Prabowo Subianto pada masyarakat Boyolali. Dia menyerahkan permasalahan tersebut kepada masyarakat Boyolali.

"Saya kira itu (penilaian) terserah nanti masyarakat (Boyolali) ya," kata Ma'ruf di Ancol, Jakarta Utara, Kamis, 8 November 2018.

Permintaan maaf itu, kata dia, memang mendapat apresiasi dari banyak pihak. Namun, bisa jadi ada yang belum memaafkan. "Terkadang minta maaf kan masyarakatnya bagaimana begitu," imbuh Ma'ruf.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) mengapresiasi permohonan maaf Prabowo Subianto. Calon presiden nomor urut 02 itu menyesali ucapannya, yang dianggap menghina masyarakat Boyolali.
 
"Terlepas dari perdebatan apakah menghina ataupun tidak, kalau sesuatu itu membuat orang lain marah, meminta maaf jalan keluar terbaik," kata Wakil Ketua TKN-KIK Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 7 November 2018.

Baca: Prabowo Dilaporkan ke Bawaslu

Tapi, menurut Arsul, permintaan maaf tidak bisa mengugurkan proses hukum yang sedang berjalan di Bawaslu. TKN-KIK tak akan mengintervensi. Tergantung masyarakat Boyolali.

Seperti diketahui, Prabowo dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu atas pernyataan 'wajah Boyolali' yang dilontarkannya. Pelapor yakni Barisan Advokat Indonesia (Badi). Perwakilan Badi, Andi menyebut laporan itu untuk memastikan tak ada candaan SARA dalam kelakar Prabowo.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS PEMILU
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018