PSI Diminta Tidak Membebani Jokowi

Arga sumantri - 15 Desember 2018 14:46 wib
Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Foto: MI/Barry.
Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Foto: MI/Barry.

Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diminta tidak membebani calon presiden Joko Widodo dengan memainkan isu agama. Isu yang digulirkan PSI dinilai merugikan pasangan Jokowi-Ma`ruf
 
"Saya mengimbau rekan-rekan di PSI untuk tidak menjadi liabilities atau beban (Jokowi)," kata Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Rommy) di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 15 Desember 2018.
 
Rommy menilai pernyataan-pernyataan PSI beberapa waktu terakhir menimbulkan kegaduhan lantaran menyinggung sektor keyakinan agama. Teranyar, terkait pernyataan PSI yang melarang poligami.
 
"Karenanya saya menyampaikan ini agar menjadi yang terakhir kalinya oleh kader-kader PSI," tegasnya.

Baca: PSI Perjuangkan Larangan Poligami Bagi Pejabat Publik

Menurut Rommy, poligami menjadi salah satu ajaran yang berkaitan dengan keyakinan umat Islam. Aturan poligami, kata dia, termuat dan diatur dalam Alquran.
 
"Karena itu, jangan menggaruk di tempat yang tidak gatal. Ini tidak ada urusan Jokowi dan Prabowo. Ini soal keyakinan umat Islam," kata Rommy.
 
Rommy meminta PSI dan partai politik lain mengendalikan kadernya agar tidak mengeluarkan pernyataan yang menyinggung agama atau suku manapun.
 
Rommy juga meminta PSI menghentikan mengeluarkan pernyataan yang berpotensi melabelkan Joko Widodo sebagai sosok yang anti Islam.
 
"Sehubungan dengan positioning strategi yang mereka (PSI) lakukan (seakan) melabelkan Jokowi sebagai anti Islam. Pernyataan-pernyataan yang disampaikan PSI sebagai salah satu pendukung Jokowi justru menjadi beban," ujar Rommy.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS PEMILU
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 18-01-2019