Bawaslu DKI Temukan 83 Pelanggaran

Whisnu Mardiansyah - 17 Februari 2017 19:28 wib
Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti, di kantornya Jalan Danau Agung, Sunter, Jakarta Utara, Jumat 17 Februari 2017--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti, di kantornya Jalan Danau Agung, Sunter, Jakarta Utara, Jumat 17 Februari 2017--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemungutan suara Pilkada DKI diwarnai pelanggaran. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengklasifikasi ada empat pelanggaran: logistik di TPS, data pemilih, penyelenggaraan di TPS, dan jenis pelanggaran lain.

Untuk logistik TPS, Bawaslu menemukan beberapa kasus seperti surat suara habis dan kurang. Masalah ini ditemukan di beberapa TPS, di antaranya di TPS 17 Penjaringan, Jakarta Utara; dan TPS 50 Kebon Baru, Tebet.

Selain itu, kasus habisnya formulir daftar pemilih tambahan (DPTb) pun ditemukan di beberapa TPS. Di antaranya di TPS 89 Cengkareng Timur dan TPS 104 Pinus Elok.

Baca: 1,6 Juta Warga Jakarta Golput di Pilkada DKI

Surat suara telah tercoblos di TPS 15 dan 19 Petojo Selatan. Perpindahan surat suara antar-TPS, seperti di TPS 52 Rawa Sengon dan TPS 23 Manggarai.

Kedua, terkait data pemilih ditemukan beberapa kasus. Di antaranya membawa C6 milik orang lain, membawa A5 diduga palsu, membawa C6 palsu, menggunakan KTP orang lain.

Kasus-kasus tersebut ditemukan di beberapa TPS di antaranya di TPS 46 Johar Baru, TPS 24 Tanah Tinggi.

Ketiga, terkait penyelenggaraan TPS. Beberapa kasus di antaranya pemilih tidak membawa C6, memilih di luar waktu yang telah ditentukan. Pemilih tidak bisa menggunakan hak pilihnya dan pemilih DPTb tidak membawa identitas yang sesuai. Beberapa kasus tersebut di antaranya ditemukan di TPS 14 Kebon Manggis dan TPS 01 Ujung Menteng.

"Sementara itu, ditemukan juga jenis pelanggaran lainnya seperti bentrok warga dengan salah satu relawan Paslon. Dan pemukulan terhadap petugas KPPS," kata Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti, di kantornya Jalan Danau Agung, Sunter, Jakarta Utara, Jumat 17 Februari 2017.

Data laporan sementara yang diterima Bawaslu DKI Jakarta menerima laporan pelanggaran dari 200 TPS di Jakarta. Namun, tidak semuanya masuk ke dalam jenis pelanggaran. "Setelah diklasifikasi ada 83 TPS semuanya," kata Mimah.

Dari total ke 83 TPS tersebut, Jakarta Barat menjadi wilayah terbanyak penyumbang terbanyak dengan total 23 TPS. Disusul Jakarta Timur 18 TPS, Jakarta Utara 16 TPS, Jakarta Pusat dan Selatan sama-sama 13 TPS. Sementara, tidak ditemukan pelanggaran di Kepulauan Seribu.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB DKI 2017
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017