Strategi Tim Ahok-Djarot Gaet Suara Menengah dan Bawah

LB Ciputri Hutabarat - 17 Februari 2017 15:03 wib
 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berfoto dengan warga saat kampanye di Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta, Senin (6/2/2017). Antara Foto/Hafidz Mubarak A./pd/17
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berfoto dengan warga saat kampanye di Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta, Senin (6/2/2017). Antara Foto/Hafidz Mubarak A./pd/17

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim pemenangan akan semakin gencar mensosialisasikan program Basuki-Djarot ke masyarakat. Intensitas komunikasi akan ditingkatkan.

"Kami akan menambahkan komunikasi dan sosialisasi program Ahok-Djarot ke masyarakat," kata juru bicara Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni, kepada Metrotvnews.com, Jumat 17 Februari 2017.

Itu strategi tim pemenangan Ahok-Djarot mengaet suara kelas menengah ke bawah. Berdasarkan survei Litbang Kompas saat hari pemilihan suara Pilkada DKI (exit poll), latar belakang ekonomi para pemilih Ahok-Djarot kelas bawah sebanyak 14%, menengah 61%, menengah-atas dan atas 25%. Sedangkan latar belakang ekonomi para pemilih Anies-Sandi, bawah 16%, menengah 72%, menengah-atas dan atas 12%.

Berdasarkan latar belakang pendidikan, para pemilih Ahok-Djarot yang kelas menengah sebanyak 28%, menengah 40%, dan tinggi 32%. Latar belakang pendidikan para pemilih Anies-Sandi yang kelas menengah sebanyak 29%, menengah 51%, dan tinggi 20%.

Metode survei dengan pengumpulan pendapat melalui wawancara tatap muka terhadap 1.307 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis dari pemilih seusai menggunakan hal pilihnya di 400 TPS hitung cepat Kompas.


Data real count KPU hingga data masuk 98,87% TPS. sumber:kpu.go.id


Ahok-Djarot mungkin bertarung di putaran kedua dengan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Sebab, dari tiga pasangan calon Pilkada DKI, sejauh ini tak satu pun memperoleh suara di atas 50%.

Hasil perhitungan real KPU hingga data masuk dari 98,80% TPS, pasangan nomor 1 Agus-Sylvi memperoleh suara 17,03%, Basuki-Djarot 42,96%, Anies-Sandi 40,02%.

Menurut Raja, gap latar belakang sosial-ekonomi pemilih Ahok dan Anies tidak terlalu besar, hanya 2%. Namun demikian, ini tetap jadi perhatian tim pemenangan Ahok-Djarot.

Menurut Raja, banyak program Ahok-Djarot yang menyasar warga menengah ke bawah, seperti program KJP, penyediaan transportasi gratis hingga rumah susun.

Hanya diakui Raja, tim pemenangan kurang mensosialisasikan program tersebut. "Makanya, kami sedang mencari pendekatannya. Ini baru mau dibahas," ujar Raja.

Selain itu, tim pemenangan, lanjut Raja, akan mempelajari perolehan suara setiap pasangan calon. Raja mengatakan, tim pemenangan Ahok-Djarot akan membagi data perolehan suara dalam bentuk demografi.

"Supaya kelihatan segmentasinya apa dan pendekatan apa yang (akan) dipakai," tegas Raja.

 


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB DKI 2017
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 30-05-2017