DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Debat Kandidat Pengaruhi Elektabilitas Cagub Kalbar

- 13 Juni 2018 13:25 wib
Direktur Cirus Surveiors (CSG), Kadek Dwita Apriani.
Direktur Cirus Surveiors (CSG), Kadek Dwita Apriani.

Pontianak: Lembaga survei Cirus Surveyor Group (CSG) menyebutkan elektabilitas pasangan Karolin-Gidot masih unggul dibanding pasangan lain setelah debat kedua calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat.
 
"Debat publik merupakan salah satu momentum penting dalam proses Pilkada Kalbar. Debat tersebut mempengaruhi persepsi publik terhadap calon pemimpin Kalbar yang akan dipilih," kata Direktur CSG, Kadek Dwita Apriani dikutip dari Antara, Rabu, 13 Juni 2018.
 
Dia menjelaskan, efek debat kandidat terhadap persepsi publik mengenai cagub dan cawagub dapat diukur melalui studi kuantitatif (survei). Untuk itu CSG melaksanakan survei persepsi publik pascadebat calon gubenur dan wakil gubenur Kalimantan Barat.
 
Survei diselenggarakan akhir Mei 2017 menggunakan metode multi stage random sampling. Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1000 responden yang tersebar secara proporsional di 14 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Tingkat margin of error survei ini sebesar 3,2 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
 
Menurutnya, terdapat beberapa temuan menarik dalam survei ini. Pertama, pengetahuan publik mengenai Pilkada Kalbar 2018, dimana sebanyak 86 persen pemilih telah mengetahui bahwa pemungutan suara akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018. "Kedua, pemilih Kalbar yang menyaksikan debat kandidal sebanyak 22,2 persen," katanya.

Baca: Persoalan Hak Pilih Pilgub Kalbar Dilaporkan ke Kemendagri

Dari pemilih yang menonton debat, 66 persen di antaranya mengaku dapat memahami isi debat tersebut. Survei ini juga mengukur efek debat cagub dan cawagub terhadap penilaian publik atas kemampuan kandidat dalam berbagai aspek.
 
"Pasangan Karolin Gidot diketahui memperoleh penilaian yang lebih positif dari penonton debat kandidat, dibandingkan paslon lainnya. Temuan berikutnya terkait angka popularitas dan elektabilitas kandidat sebulan menjelang hari pemilihan," kata Kadek Dwita.
 
Hasil survei menunjukkan elektabilitas Karolin-Gidot sebesar 45,3 persen atau selisih 2,3 persen dengan Midji Norsan yang memiliki angka elektabilitas 43 persen. Sedangkan Milton Boyman sebanyak 6,13 persen. Pemilih yang belum menentukan pilihannya sebanyak 4,9 persen.
 
Selain itu, terdapat 10 persen pemilih yang masih mungkin mengubah pilihannya karena alasan program kandidat lain yang lebih menarik. "Debat publik terakhir akan menjadi sangat panting bagi cagub dan cawagub guna meyakinkan pemilih mengenai programnya," katanya.


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB KALBAR 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 20-10-2018