Bali Butuh Pemimpin Visioner

Antara - 07 April 2018 18:42 wib
Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Foto: Antara/Nyoman Budhiana

Denpasar: Gubernur Bali Made Mangku Pastika menilai pulau dewata memerlukan sosok pemimpin berprogram visioner. Apalagi tantangan menghadapi perubahan yang terjadi begitu cepat.

"Apa yang dihadapi oleh Gubernur Bali lima tahun ke depan, tentu akan sangat berbeda dengan yang saya hadapi selama hampir sepuluh tahun memimpin Bali," kata Pastika saat pelaksanaan Simakrama (temu wicara) dengan masyarakat di Ruang Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Sabtu, 7 April 2018.

Dinamika yang terjadi di tingkat lokal, nasional hingga internasional yang berubah begitu cepat. Menurutnya, hal itu akan sangat berpengaruh pada kepemimpinan dalam periode lima tahun ke depan.

"Oleh karena itu, sosok pemimpin Bali ke depan harus punya program yang visioner dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat," ujar Pastika.

Sementara pengamat politik dan akademisi Dr I Nyoman Subanda berpendapat sosok pemimpin yang ideal adalah sosok negarawan.

"Kalau politikus berpikir untuk mempertahankan kekuasaan, sedangkan sosok negarawan akan berpikir untuk kepentingan 'next generation' atau generasi selanjutnya," ujarnya.

Pemimpin Bali ke depan, ujar Subanda, harus lebih banyak melaksanakan program yang memikirkan masa depan generasi muda. Sikap kenegarawanan itu telah ditunjukkan oleh Pastika dengan membangun SMAN/SMKN Bali Mandara.

"Saya harap ke depannya lebih banyak lagi dibangun sekolah sejenis yang sudah terbukti mampu mengangkat derajat anak-anak dari keluarga miskin," ucapnya.

Selain berpikir tentang generasi mendatang , sosok pemimpin harus jujur dan berintegritas. Tokoh media Emanuel Dewata Odja alias Edo dan Bagus Sudibya selaku praktisi pariwisata.

Edo menyinggung pentingnya edukasi politik agar masyarakat tak menentukan pilihan hanya karena rasa tapi betul-betul paham dengan program yang ditawarkan. Selain itu, Ia juga mengingatkan agar masyarakat beorientasi memilih pemimpin yang jauh dari potensi konflik.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-04-2018