DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kasus Kekerasan Perempuan dalam Politik Diprediksi Meningkat

Antara - 08 Maret 2018 15:40 wib
Ilustrasi--Antara
Ilustrasi--Antara

Denpasar: Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam politik diprediksikan akan meningkat dibanding tahun pilkada 2017. Temuan kasus kekerasan terhadap perempuan dalam politik yang terjadi di DKI Jakarta. 

Seperti ancaman pemerkosaan dan ancaman jenazah perempuan tidak disalatkan jika tidak memilih calon tertentu.  

"Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam politik sangat mungkin terjadi kembali dalam Pilkada 2018," kata Komisioner Komnas Perempuan, Masruchah, pada acara Peringatan Hari Perempuan Internasional di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Kamis, 8 Maret 2018.

Temuan kasus kekerasan terhadap perempuan itu diprediksi akan diadopsi di daerah lain. Karena dinilai sukses mendulang suara.

Dia menilai semua daerah di Indonesia saat ini mungkin dan rawan terjadi kekerasan perempuan dalam politik. "Sarana yang digunakan adalah 'cybercrime' atau kejahatan dunia maya," ujarnya.

Baca: Potensi Kekerasan dan Konflik Pilkada 2017 Cenderung Tinggi

Ia meminta KPU dan Bawaslu untuk lebih meningkatkan pengawasan dalam Pilkada 2018 agar kejadian di 2017 tidak terulang.

Direktur Bali Sruti, Luh Riniti Rahayu, meminta semua perempuan menggunakan hak pilihknya agar ikut serta membangun bangsa dan negara. "Mari sukseskan Pilkada 2018 dengan datang ke TPS menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani," ujarnya.

Dia juga meminta kepada perempuan di Pulau Dewata untuk lebih mempelajari rekam jejak calon kepala daerah dan gunakan hak pilih pada saat pemilihan umum. Sehingga bisa menghasilkan pemimpin sesuai harapan rakyat.

Pilkada Bali diikuti dua pasang calon yakni pasangan nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) yang diusung PDIP, Hanura, PAN, dan serta PKPI. Pasangan tersebut juga didukung PKB dan PPP.

Sedangkan rivalnya, pasangan nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) diusung oleh empat partai, yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, dan NasDem. Mereka juga didukung oleh PKS, PBB, dan Perindo.



(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEKERASAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 11-12-2018