DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Djoss Legowo Eramas Menang Pilgub Sumut

Farida Noris - 12 Juli 2018 13:37 wib
Calon gubernur dan wakil gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat (kiri) dan Sihar Sitorus (kanan). (ANT/IRSAN MULYADI)
Calon gubernur dan wakil gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat (kiri) dan Sihar Sitorus (kanan). (ANT/IRSAN MULYADI)

Medan: Tim pasangan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (Djoss) legowo atas kemenangan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018. Tim pasangan ini tidak berencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK)

"Kita gak akan ke MK. Kita terima, bukan soal mengakui (kalah) atau tidak, kita terima kita kalah," kata Ketua Tim Kampanye Djoss, Djumiran Abdi, Kamis 12 Juli 2018.

Djumiran mengatakan memilih bersikap rasional. Meksi sebelumnya, saksi Djoss mengaku mendapat banyaknya kejanggalan pada penyelenggaraan Pilgub Sumut. Namun, temuan tersebut tak akan dibawa ke ranah hukum.

"Kita bersikap sangat rasional saja bahwa kesalahan ada, namun kesalahan itu tak harus semua dibawa ke MK. Ini jadi pelajaran bagi penyelenggara dan bagi kita," urainya.

Djumiran menuturkan Djarot bakal bertemu dengan Edy Rahmayadi. Namun, belum diketahui kapan pertemuan dilangsungkan.

"Kita ini akan membangun Sumut ke depan. Tentu banyaklah pembicaraan itu. Pak Djarot masih di Jakarta, ada berkas yang masih diurus," paparnya.

Seperti diketahui, pada rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi yang digelar di Hotel Polonia Medan, Minggu, 8 Juli 2018, tercatat Eramas memperoleh 3.291.137 suara atau 57,58 persen. Sedangkan Djoss memperoleh 2.424.960 suara atau 42,42 persen. Jumlah seluruh suara sah yakni 5.716.097. Sedangkan jumlah suara tidak sah yakni 90.770.

Paslon nomor urut 1, Eramas unggul di 17 kabupaten/kota di Sumut. Suara terbanyak diperoleh pasangan ini di Kota Medan, Deliserdang, dan Langkat. Sedangkan paslon nomor urut 2 Djoss, hanya menang di 16 kabupaten/kota di Sumut. Suara terbanyak diperoleh pasangan ini di Tapanuli Utara, Karo, dan Dairi.

Rekapitulasi suara tingkat provinsi ini sempat diwarnai protes oleh perwakilan Djoss, Dame Tobing. Perwakilan Djoss menolak menandatangani berita acara. Sebab terdapat kejanggalan pada penyelenggaraan Pilgub Sumut, misalnya perbedaan data jumlah surat suara yang dicetak oleh KPU Provinsi dengan yang diterima oleh KPU Kabupaten.

Dame juga menyoroti formulir C6 yang tidak didistribusikan sebanyak sembilan persen. Dari jumlah DPT yang mencapai 9 juta, ada sekitar 810 ribu yang tidak mendapat C6. Selain itu, masih banyak temuan soal TPS yang tutup sebelum jadwal.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB SUMUT 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 19-12-2018