Untuk Keadilan, Fahri Hamzah Minta Ahok Nonaktif

Renatha Swasty - 17 Februari 2017 14:09 wib
 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menunjukkan surat suara saat melakukan pencoblosan di TPS 54 kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta, Rabu (15/2/2017). Antara Foto/Hafidz Mubarak A./ama/17
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menunjukkan surat suara saat melakukan pencoblosan di TPS 54 kawasan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta, Rabu (15/2/2017). Antara Foto/Hafidz Mubarak A./ama/17

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Basuki Tjahaja Purnama harus nonaktif dari jabatan Gubernur DKI Jakarta. Sebab, pria yang populer dengan panggilan Ahok itu kemungkinan mengikuti putaran kedua Pilkada DKI.

"Dia harus nonaktif, karena undang-undang mengatur demikian. Sebenarnya kalau Ahok punya etika, secara etis dia harus berhenti," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Jumat 17 Februari 2017.

Fahri khawatir kepala daerah yang mengikuti pilkada menggunakan perangkat pemerintahan, seperti lurah, camat, dan RT/RW. Selain itu, kepala daerah aktif mendapat fasilitas dari negara, antara lain staf dan kendaraan dinas.

"Itu tidak fair bagi satu kompetisi dan tidak baik bagi dia juga, karena dia dalam status sebagai terdakwa," tandas Fahri.

Klik: Ketika Radja Nainggolan Mendukung Ahok di Pilgub DKI

Untuk itu, Fahri mengatakan, sebaiknya Ahok melepaskan jabatan di pemerintahan. Apalagi, lanjut Fahri, beberapa anggota DPRD DKI mengancam akan memboikot Ahok kalau tidak dinonaktifkan.

"Harusnya dia lepaskan, supaya pertandingan menjadi fair dan etis bagi dia seorang terdakwa untuk tidak memegang jabatan pemerintah yang strategis," pungkas Fahri.

Ahok adalah terdakwa kasus dugaan penodaan agama. Untuk kontestasi Pilkada DKI, Ahok dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat mungkin bertarung di putaran kedua dengan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Sebab, dari tiga pasangan calon, sejauh ini tak satu pun memperoleh suara di atas 50%. Hasil perhitungan real KPU hingga data masuk dari 98,80% TPS, pasangan nomor 1 Agus-Sylvi memperoleh suara 17,03%, Basuki-Djarot 42,96%, Anies-Sandi 40,02%.

 


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB DKI 2017
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-09-2017