Pengamat: Elektabilitas Khofifah Bakal Naik, Jika Didampingi Tokoh Lokal

Ilham wibowo - 12 Oktober 2017 13:50 wib
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa--Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Khofifah Indar Parawansa dinilai lebih baik didampingi tokoh lokal Jawa Timur dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Menteri Sosial itu sudah mantap mantap mencalonkan diri setelah resmi didukung partai politik.

"Khofifah belum ketahuan siapa pendampingnya, menurut saya ambil tokoh lokal Jawa Timur," ujar Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis 12 Oktober 2017.

Hendri menilai, tokoh lokal Jawa Timur akan turut mendongkrak elektabilitas Khofifah, selain dukungan dari simpatisan Nahdatul Ulama (NU). Selain itu, Khofifah juga dinilai lebih baik memilih wakil yang bisa masuk dan diterima di semua kalangan. "Saya kira wakilnya (yang mendampingi Khofifah) harus yang lebih nasionalis," ujarnya.

Baca: Gus Ipul dan Khofifah Sama Kuat di Pilgub Jatim

Khofifah dinilai punya kans seimbang dengan calon yang juga telah resmi didukung partai politik yakni Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Wakil Gubernur Jatim itu resmi diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hendri mengatakan, Khofifah tinggal memantapkan simpatisan dan pendukung setianya. Pasalnya, pada kesempatan pemilihan Pilkada Jatim 2008 dan 2013, Khofifah memiliki jumlah suara pemilih yang cukup tinggi.

"Khofifah yang berkali-kali mencoba (mencalonkan diri) juga menyimpan elektabilitas. Khofifah hanya tinggal menaikkan sedikit elektabilitasnya, maka dia bisa menang," ucap Hendri.



Sebelumnya, Partai NasDem resmi mengusung Khofifah Indar Parawansa di Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Umum NasDem Surya Paloh saat menerima Khofifah di kantor DPP NasDem, Jalan RP Suroso, Gondangdia, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Rabu 11 Oktober 2017.

Surya mengatakan, Khofifah adalah bagian keluarga besar NasDem. Meski berada di luar struktur partai, Ketua Umum PP Muslimat NU itu memiliki hubungan silaturahmi yang cukup panjang dengan NasDem.

Untuk diketahui, kursi DPRD NasDem di Jawa Timur yakni sebanyak empat kursi dan Golkar sendiri memiliki 11 kursi. Jumlah itu belum mencukupi untuk mengusung, karena syarat minimal yakni sebanyak 20 kursi.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB JATIM 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-10-2017