Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Jangan Pilih Pemimpin Perusak Pohon

Media Indonesia - 14 Februari 2018 07:53 wib
Ilustrasi--Warga melintas di dekat pohon yang pasangi poster caleg di daerah Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/3/2014). Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Ilustrasi--Warga melintas di dekat pohon yang pasangi poster caleg di daerah Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/3/2014). Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Jakarta: Chaus Uslaini kesal. Selain merusak keindahan kota, pemasangan alat peraga kampanye di Kota Padang juga menyasar pohon-pohon pelindung di pinggir jalan raya.

"Pemasangan spanduk dan baliho di pohon-pohon menunjukkan ketidakpedulian para calon pemimpin dan pendukungnya terhadap pelestarian lingkungan. Karena itu, kami meminta warga jangan memilih pasangan calon yang tidak peduli pada lingkungan hidup," tandas Direktur Wahana Lingkungan Hidup Sumatra Barat itu, Selasa, 13 Februari 2018.

Uslaini mengatakan seharusnya pasangan calon memberikan pendidikan kepda tim sukses mereka dan membuat prosedur operasi standar tentang pemasangan alat peraga kampanye (APK). Dengan demikian, tim sukses tidak asal memasang alat peraga di sembarang tempat. "Jangan sampai alat peraga kampanye pilkada Padang selevel dengan iklan sumur bor dan iklan sedot tinja. Asal tempel dan tidak mengikuti aturan yang ada," tandasnya kesal.

Sampai kemarin, baliho, spanduk, dan papan reklame dua pasangan ca-lon, yakni Emzalmi-Desri Ayunda dan Mahyeldi Asharullah-Hendri Septa, masih terpasang di tiang listrik, pinggir jalan, taman jalan kota, dan papan reklame. "Ramainya baliho dan spanduk pasangan calon memperlihatkan mereka cemas dan takut kalah," kata pengamat politik Arifki Chaniago.

Kemarin, Satpol PP Kota Sukabumi, Jawa Barat, mulai bergerak menurunkan alat peraga sosialisasi pasangan calon. Sebanyak 270 banner, spanduk, dan baliho diturunkan.

"Target kami, sebelum memasuki masa kampanye, Kota Sukabumi steril alat peraga. Penertiban kami lakukan bersama Panwaslu, KPU, dan dinas lingkungan hidup," kata Kepala Satpol PP Yadi Mulyadi.

Aksi yang sama juga dilakukan Panwaslu Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Selain menurunkan baliho pasangan calon yang maju di pilkada kabupaten, tim juga menertibkan baliho pasangan calon yang berkontestansi di pilkada Jawa Timur. 

"Tiga hari setelah penetapan, kampanye baru boleh dimulai. Karena belum waktunya, semua alat peraga harus diturunkan," ujar Ketua Panwaslu Achmari.



Pemasangan APK, tegas Ketua KPU Kabupaten Pasuruan Winaryo Sujoko, menjadi kewenangan KPU. Pihak lain, calon, dan tim sukses tidak diperboleh-kan melakukannya.

Kemarin, Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Tengah menggelar deklarsi menolak dan melawan praktik politik uang dan politisasi SARA selama pilkada.

"Sebanyak 11 kota/kabupaten akan menggelar pilkada. Kami ingin pilkada di Kalimantan Tengah sukses, tanpa politik uang, tanpa politisasi SARA," ujar Ketua Bawaslu Kalimantan Tengah Satriadi.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ALAT PERAGA KAMPANYE
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 14-08-2018