Bawaslu Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA

Farida Noris - 14 Februari 2018 13:43 wib
Bawaslu deklrasi tolak politik uang dan politisasi SARA. Medcom.id/Farida
Bawaslu deklrasi tolak politik uang dan politisasi SARA. Medcom.id/Farida

Medan: Politik uang dan politisasi Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat. Karenanya politik uang harus ditolak dan dilawan.

Hal itu dikatakan Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan, dalam Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) berkualitas di Lapangan Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso Medan, Rabu 14 Februari 2018.

"Ini merupakan program nasional. Tolak bersama, tolak dan lawan politik uang, politisasi SARA untuk Pilkada 2018 yang berintegritas," kata Syafrida.

Deklarasi ini, kata Syafrida, sebagai langkah mengawali Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota di 8 kabupaten/kota di Sumut.

"Politik uang tidak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat dan menciderai integritas penyelenggaraan Pilkada. Sedangkan politisasi SARA berakibat masyarakat terkotak-kotak. Kita harus lawan bersama," tegasnya.

Dalam acara itu, dibangun komitmen mengajak pemilih untuk menentukan pilihannya secara cerdas berdasarkan visi, misi dan program kerja, bukan karena politik uang dan SARA, mendukung pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan politisasi SARA yang dilakukan oleh pengawas pemilu. 

Kemudian, tidak akan melakukan intimidasi, ujaran kebencian, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran politik uang dan SARA. Acara ini dihadiri partai politik, forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat dan berbagai elemen masyarakat.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 20-05-2018