DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 45.764.339.104 (19 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemilih Mengambang Jadi Suara Rebutan di Pilgub Sulsel

Andi Aan Pranata - 08 Juni 2018 13:19 wib
Direktur Eksekutif INDex Indonesia A Agung Prihatna
Direktur Eksekutif INDex Indonesia A Agung Prihatna

Makassar: Lembaga riset INDex Indonesia menyebut pasangan calon di Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan kini bertarung memperebutkan pemilih mengambang atau undicided voters jelang pemungutan suara 27 Juni 2018.

Direktur Eksekutif INDex Indonesia A Agung Prihatna mengungkapkan pemilih di Sulsel cenderung mantap menentukan pilihannya kepada kandidat tertentu. Menurutnya, kecil kemungkinan bagi mereka mengalihkan dukungan terhadap kandidat lain.

“Hasil riset kami menunjukkan tidak ada pertukaran pemilih dari satu calon ke calon lain. Peningkatan elektabilitas pasangan calon lebih disebabkan karena mereka bisa meyakinkan pemilih mengambang,” kata Agung di Makassar, Jumat 8 Juni 2018.

Anggapan INDex Indonesia berdasarkan dua survei seputar Pilgub Sulsel yang digelar pada Februari dan 2018. Laporan survei menunjukkan bahwa tren popularitas dan elektabilitas empat pasangan calon cenderung meningkat. Di sisi lain, jumlah pemilih mengambang terus turun.

“Undicided voters dari yang semula 40,6 persen pada Februari turun menjadi 22,5 persen pada Mei. Sekarang pasangan calon hanya bisa meyakinkan mereka yang belum menentukan pilihan,” ujar Agung.

Sebelumnya diberitakan, INDex Indonesia melansir survei terbaru mengenai elektabilitas empat pasang calon Pilgub Sulsel. Nurdin Halid-Aziz Qahhar menempati peringkat pertama dengan dukungan 30,1 persen masyarakat. Dia disusul Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dengan dukungan 23,4 persen, lalu Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (18,9 persen), dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (5,1 persen).

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Firdaus Muhammad mengatakan 20 hari ke depan jelang pencoblosan menjadi titik rawan bagi para kandidat. Hasil survei ini bisa menjadi rujukan bagi masing-masing untuk menentukan strategi pemenangan.

Menurut Firdaus, keberhasilan kandidat dan tim pemenangan menggiring opini pemilih mengambang akan menentukan hasil akhir perolehan suara di pilgub. Di sisa waktu, para kandidat dituntut menunjukkan kekuatannya menggalang dukungan dan simpati masyarakat.

“Berdasarkan elektabilitas yang dirilis hari ini, semua kandidat masih berpeluang menang,” kata Firdaus.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 21-10-2018