La Nyalla Kecewa Kepada Prabowo

Ilham wibowo - 12 Januari 2018 04:43 wib
Mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti. MI/Adam Dwi.
Mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti. MI/Adam Dwi.

Jakarta: Politikus La Nyalla Mattalitti kecewa dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto karena batal memberikan rekomendasi untuk Pilkada Jawa Timur. Mantan Ketua PSSI ini mengaku dimintai mahar politik sebesar Rp.40 miliar.

La Nyalla mengungkapkan, mahar tersebut diminta Prabowo sebagai akomodasi saksi dari Partai Gerindra yang menjaga di tiap tempat pemungutan suara (TPS). Selain itu, dukungan partai pun akan diberikan bila telah mendapat restu koalisi dari partai lain. 

"Saya dimintai uang Rp40 miliar uang saksi, disuruh serahkan sebelum tanggal 20 Desember 2017. Kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasikan," kata La Nyalla saat jumpa pers di Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018.

La Nyalla mengaku akan menyanggupi permintaan biaya tersebut setelah terdaftar sebagai calon Gubernur Jawa Timur di KPU. Belakangan, dia merasa keberatan lantaran permintaan dana dilakukan sebelum kepastian mengikuti ajang pemilihan. La Nyalla pun sudah resmi menyatakan berhenti sebagai kader Gerindra.  

"Tanggal 20 Desember saya kembalikan surat tugas. Padahal, saya sudah siapkan 300 miliar, tapi apabila sudah selesai pencalonan saya sebagai calon gubernur, baru saya taruh duit di situ. Ini belum apa-apa sudah minta duit," ungkap La Nyalla. 

Pernyataan La Nyalla kemudian mendapat bantahan dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Menurut Fadli, dana tersebut bukan untuk kepentingan Prabowo melainkan kandidat cagub sendiri. 

"Saya kira kalau dari Pak Prabowo enggak ada ya itu. Saya tidak pernah mendengar dan juga menemukan bukti semacam itu ya," ujar Fadli. 

Dengan cakupan luas seperti wilayah Jatim, kata dia, sangat dimungkinkan untuk kandidat Cagub mengeluarkan ongkos yang relatif lebih besar. Selain saksi, kandidat juga dinilai butuh mengeluarkan dana untuk melakukan rangkaian kampanye. 

"Kalau misalnya itu terkait kesiapannya menyediakan dana itu untuk pemilihan, itu digunakan untuk dirinya sendiri saya kira itu sangat mungkin, tentu logistik itu di dalam sebuah pertarungan seperti Pilkada sangat dibutuhkan," jelas Fadli. 



(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-01-2018