PAN 'Mati-matian' Usung Aa Gym di Pilkada Jabar

Husen Miftahudin - 12 September 2017 11:00 wib
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Foto: MI/M. Irfan
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Foto: MI/M. Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bakal 'mati-matian' mengusung K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Terlebih bila dai kondang itu disandingkan dengan Deddy Mizwar untuk pilkada Jabar tahun depan.

"Karena dia (Aa Gym) kan nyantri, nyunda, nyakolah (falsafah masyarakat Sunda Jabar). Itu semua ada di Aa Gym, apalagi kalau digabung dengan Deddy Mizwar, kan keren," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 12 September 2017.

Namun, usungannya tersebut bergantung pembicaraan koalisi yang kini tengah intens. Apalagi PAN tak bisa mengusung calon sendiri untuk pilkada Jabar. Partai berlambang matahari terbit itu bakal menggandeng Gerindra, Demokrat, dan PPP yang siap bikin poros baru untuk pemimpin di Tanah Sunda.

"Ini kan tak mudah. Karena ada saja (parpol) yang enggak diajak bersama bisa tersinggung, atau kalau yang disudutkan bisa pindah ke tempat lain. Kan mesti diramu dengan baik," tegasnya.

Zulkifli bilang PAN terus melakukan pendekatan kepada Aa Gym agar mau menjadi calon gubernur Jabar. PAN terus meyakinkan parpol lainnya untuk maju bersama mengusung Aa Gym.


Aa Gym. Foto: MI/Arya Manggala

"Ini kan ada koalisi, terus juga ada calon alternatif, banyak lagi pertemuan. Jabar sendiri ada 18 Pilkada, ada (lobi politik) untuk di kabupaten mereka bersepakat bagaimana. Namanya politik, take and give," kata Zulkifli.

Baca: Gerindra Batalkan Dukungan untuk Demiz-Syaikhu di Pilkada Jabar

Sebelumnya, koalisi Gerindra dan PKS untuk Pilkada Jawa Barat (Jabar) 2018 terpecah. DPD Gerindra Jabar batal memberi dukungan pada pasangan Deddy Mizwar (Demiz)-Ahmad Syaikhu.

"Buat DPD Gerindra Jabar, pasangan yang diberitakan 17 Agustus lalu untuk mengusung Demiz-Syaikhu sejauh ini menjadi sulit untuk direalisasikan," kata Ketua DPD Gerindra Jabar Mulyadi dalam keterangannya, Selasa 12 September 2017.

Mulyadi membeberkan, penarikan dukungan lantaran pernyataan Syaikhu dalam acara konsolidasi PKS Kabupaten Bandung. Syaikhu merasa belum memiliki ketenaran di seluruh penjuru Bumi Pasundan.

"Beliau mengatakan kalau boleh memilih, beliau lebih suka tetap di Kota Bekasi dan juga merasa namanya belum dikenal di Jabar," papar dia.


(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILGUB JABAR 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017