Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

Emil Ingin Surabaya Jadi Lokomotif Pembangunan Jatim

Syaikhul Hadi - 13 Maret 2018 17:29 wib
Calon nomor urut satu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Foto: MI/Adam Dwi
Calon nomor urut satu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Foto: MI/Adam Dwi

Surabaya: Emil Elestianto Dardak menilai perencanaan dini yang visioner diperlukan untuk menata sebuah kota agar mampu mengurai dan mengatasi problem kemacetan. Daerah kota dan ibu kota provinsi juga perlu ditata agar menjadi lokomotif pembangunan.

"Jangan menunggu padat atau macet dulu baru memikirkan struktur ruang," ujar Emil, Selasa, 13 Maret 2018.

Emil tengah merencanakan dan mengembangkan Surabaya. Dia diminta Khofifah Indar Parawansa untuk memangkas mobilitas perkotaan dengan perencanaan wilayah. Terutama Kota Surabaya.

"Surabaya ini harus bisa menjadi lokomotif untuk membangun kawasan megapolitan yang berdaya saing, yang bisa mendorong sektor perdagangan dan jasa," ujar Emil.

Sehari sebelumnya, ia sempat menumpangi langung kereta api di seputaran Surabaya-Sidoarjo. Mantan salah satu petinggi World Bank Indonesia ini ingin mendapat gambaran jelas terkait mobilitas angkutan penumpang.

"Setelah saya mempelajari, banyak orang yang menggunakan kereta umum menuju Jombang, Malang, dan beberapa lokasi lainnya daripada komuter. Tapi, saya ingin lebih memahami komuter terlebih dahulu," terang Emil.

Menurut doktor ekonomi pembangunan lulusan universitas di Jepang ini, ada sedikit kendala mengenai kapasitas kereta komuter. Waktu tunggu kereta yang sangat lama memengaruhi minat masyarakat.

"Justru teorinya karena Sidoarjo ini sangat dekat dengan Surabaya, akhirnya orang justru menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini harus terus dikurangi agar terbangun megapolitan yang mengusung mobilitas umum bukannya kendaraan pribadi," imbuh putra mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak tersebut. 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 19-06-2018