DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 14.332.438.005 (21 AGUSTUS 2018)

Nurdin Halid Paling Berpotensi Menang Pilgub Sulsel

Andi Aan Pranata - 07 Juni 2018 17:06 wib
INDex saat rilisi hasil survei di Hotel Clarion Makassar, Kamis, 7 Juni.
INDex saat rilisi hasil survei di Hotel Clarion Makassar, Kamis, 7 Juni.

Makassar: Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar meraih elektabilitas tertinggi berdasarkan survei lembaga riset INDex Indonesia, yang dirilis Kamis, 7 Juni 2018.

Menurut survei yang digelar pada 1-15 Mei 2018, NH-Aziz meraih tingkat keterpilihan 30,1 persen. Pasangan ini unggul atas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman dengan dukungan 24,5 persen, Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar 18,9 persen, dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo 5,1 persen.

Direktur Eksekutif INDex Indonesia A Agung Prihatna mengungkapkan, survei melibatkan 11.200 responden yang tersebar di 24 kabupaten/kota. Laporan menunjukkan bahwa masyarakat yang belum menentukan pilihan atau undicided voters sebanyak 22,5 persen.

“NH-Aziz paling berpeluang memenangkan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan yang diselenggarakan pada 27 Juni 2018,” kata Agung saat mengekspos laporan survei di Hotel Clarion Makassar, Kamis, 7 Juni.

Survei teranyar INDex Indonesia melibatkan 11.200 responden di 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Jumlah responden dipercaya yang terbesar untuk ukuran survei Pilkada tingkat provinsi. Penentuan sampel masyarakat Sulsel dipilih acak dengan teknik multistage random sampling.

Laporan survei menunjukkan bahwa urutan elektabilitas ini sama persis dengan hasil survei pertama Index Indonesia, yang digelar pada 18-28 Februari. Jumlah dukungan semua paslon sama-sama bergerak naik.

Menurut data, NH-Aziz meningkat sekitar 5,2% poin, dari 24,5% pada Februari. Nurdin-Sudirman naik 4,2% poin dari 19,2%, IYL-Mudzakkar naik 6,8% dari sebelumnya 12,1%. Lalu Agus-Tanribali naik tipis dari 3,2% menjadi 5,1%.

“Peningkatan nilai elektabilitas masing-masing pasangan calon gubernur disertai menurunnya jumlah undecided voters, dari semula 40.6% pada Februari menjadi 22,5% pada Mei,” kata Agung.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Firdaus Makassar mengatakan para kandidat kini tinggal pintar-pintar memanfaatkan waktu yang tersisa, untuk meyakinkan undicided voters.

“Ini menjadi wilayah rebutan. Kalau berbicara peluang, semua kandidat masih berpeluang,” katanya.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 22-08-2018