Titipan Buya Syafii ke Ganjar

Budi Arista Romadhoni - 13 Maret 2018 19:07 wib
Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif di Yogyakarta, Rabu, 13 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif di Yogyakarta, Rabu, 13 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

Yogyakarta: Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambangi mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif di Gedung Grha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu, 13 Maret 2018.

Perbincangan empat mata berlangsung satu jam. Pria biasa disapa Buya Syafii itu menitipkan sejumlah harapan ke Ganjar. "Tadi lebih banyak diskusi soal pertanian, tadi yang seru, bagaimana politik pertanian kita digeser ke organik sehingga lebih baik," kata Ganjar.

Ganjar juga diminta merancang program yang realistis. Program-program tersebut harus mampu diwujudkan untuk melayani rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Beliau beri masukan kasih program yang realistis. Beliau kasih contoh pertanian organik dan saya cerita program akses modal kredit murah yang sekarang sudah ada 15.000 nasabah sehingga mendorong usaha kecil dan mikro lebih mandiri," ungkapnya.

Disinggung soal perang politik Pilgub Jateng, Ganjar menyatakan sejauh ini masih berjalan sesuai harapan masyarakat. Meski sedang berada di tahun politik namun situasi sosial masih relatif adem.

"Jateng relatif adem relatif ayem, kami para pasangan menjaga ini terus menerus. Kita tunjukkan tidak ada bermusuhan seolah olah baku tinjau, ini suasana Jateng banget yang menghormati unggah ungguh," ujarnya.

Sementara itu Buya Syafii memuji kepemimpinan Ganjar di periode pertama. Menurutnya dengan program pembangunan yang berhasil, Ganjar telah menjadi pemimpin yang disukai rakyat Jateng.

"Ternyata kalau penilaian (survei) tinggi itu menurut saya rasa rakyat sudah menentukan pilihannya," tegas pendiri Maarif Institute itu.

Saat ditanya Ganjar Pranowo layak jadi gubernur periode kedua. Buya menjawab sambil tertawa.

"Kalau tidak dipanggil ke Jakarta (jadi Mentri Kabinet Jokowi)  jadilah nanti. Mari kita berdemokrasi yang baik, santai, kita jaga bangsa ini kita jaga negara ini. Jangan bertopeng. Jadi diri sindiri,"ucapnya.



 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA SERENTAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018