Kapolri Diminta Percepat Pengunduran Diri Tiga Jenderal

Juven Martua Sitompul - 13 Januari 2018 17:36 wib
Ilustrasi logo Bawaslu--MI/Mohamad Irfan
Ilustrasi logo Bawaslu--MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mempercepat proses pengunduran diri anggotanya yang ikut bertarung di Pilkada serentak 2018. Terlebih, 'anak buahnya' telah ditetapkan sebagai calon tetap peserta kontestasi Pilkada.

"Kami bilang ke Pak Kapolri kalau mereka sudah jadi calon ditetapkan calon mau tidak mau surat pengunduran diri mereka dipercepat," kata Komisoner Bawaslu Rahmat Bagja dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya di Jakarta, Sabtu 13 Januari 2018.

Menurut Bawaslu ada enam perwira tinggi (Pati) aktif yang ikut bertarung di Pilkada 2018. Tiga Pati telah mundur dari anggota Polri. Sementara tiga lainnya yaitu; Irjen Pol Safaruddin, Irjen Pol Anton Charliyan dan Irjen Pol Murad Ismail baru dimutasi. 
 
Irjen Pol Safaruddin, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Timur dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka pensiun.



Selanjutnya, Irjen Pol Anton Charliyan selaku Wakalemdiklat dimutasi sebagai Anjak Utama Bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri. Kemudian, Dankorbrimob Polri Irjen Pol Murad Ismail dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobile Korbrimob Polri.

"Itu untuk Patinya saja ya, kalau Pamen belum dirinci," ujar dia.

Kendati begitu, Rahmat menilai anggota Polri apa lagi seorang perwira seharusnya mengetahui semua prosedur yang harus dipatuhi saat ingin mencalonkan diri sebagai peserta Pilkada. Secara etik, anggota korps bhayangkara tidak boleh menggunakan fasilitas negara demi kepentingannya.

"Etisnya tidak boleh, karena sudah sumpah prajurit tribrata menggunakan falisitas negara untuk kepentingan dirinya," pungkas dia.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILKADA 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (PILKADA)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-04-2018