Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Kuliner Daerah Jadi Potensi Wisata Andalan di Musim Mudik

Intan Yunelia - 14 Juni 2018 15:17 wib
Nasi pecel, kuliner khas daerah Jawa Timur yang banyak di temukan di Kediri, Madiun, dan Blitar, Medcom.id/Citra Larasati
Nasi pecel, kuliner khas daerah Jawa Timur yang banyak di temukan di Kediri, Madiun, dan Blitar, Medcom.id/Citra Larasati

Jakarta: Libur lebaran yang cukup panjang tahun ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menggenjot potensi wisata kuliner di daerahnya masing-masing. Sektor pariwisata termasuk kuliner, telah menjadi salah satu penopang tumbuhnya potensi ekonomi kreatif di Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah mengatakan, sektor ekonomi kreatif seperti pariwisata dan kuliner cukup potensial untuk digarap dan dikembangkan di musim mudik lebaran.  "Kuliner yang memiliki kekhasan di daerah-daerah harus dijadikan salah satu andalan untuk menyambut tamu dari kota di musim lebaran ini," kata Anang kepada Medcom.id, Kamis, 14 Juni 2018.

Terlebih bila merujuk data Bekraf dan BPS, capaian kinerja sektor kuliner pada 2016 memiliki kontribusi  produk domestik bruto (PDB) paling tinggi dibanding subsektor bekraf lainnya, yakni sebesar 41,69 %.

"Artinya, lebaran tahun ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat di daerah untuk menggenjot sektor kuliner. Setiap daerah memiliki keunggulan kuliner yang beraneka rupa rasanya," ungkap suami dari penyanyi Ashanti ini.

Politisi asal Jember ini juga mengawali libur lebaran tahun ini dengan berkunjung di dua destinasi di Kota Malang, Jawa Timur bersama keluarga.  Yakni Hawai Waterpark dan Malang Night Paradise.

"Dua destinasi ini dapat menjadi sampel tempat wisata yang mengedepankan inovasi," kata Anang.

Konsep inovasi harus menjadi paradigma dalam pengelolaan ekonomi kreatif. Peran pemerintah daerah tak kalah penting, sebagai pihak regulator dalam menunjang iklim usaha yang mudah, cepat serta bervisi pembangunan berkelanjutan.  

"Pembangunan infrastruktur yang berorientasi kemudahan akses ekomomi ke jalur-jalur pariwisata menjadi pokok utama yang harus dibereskan," jelas Anang.

Hal inilah yang menjadi kelemahan sektor pariwisata di Tanah Air. Sarana insfratruktur yang tak memadai menyulitkan wisatawan mengakses tempat pariwisata.  Padahal, pariwisata termasuk wisata kuliner, menjadi salah satu penopang tumbuhnya ekonomi kreatif.

Jika merujuk jumlah kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami tren peningkatan.  Tahun 2017 sebesar 13,7 juta wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.

Meski jumlah ini masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Seperti kunjungan wisatawan ke Malaysia di 2014 saja bisa mencapai 27,4 juta wisatawan, Singapura 15,1 juta dan Thailand sebesar 24,7 juta wisatawan.

Pemerintah daerah bisa mengambil peran  untuk mendorong sektor penunjang seperti pengelola hotel dan restoran dan sejenisnya untuk membuat program yang memudahkan wisatawan. "Misalnya program potongan harga," tutup Anang.


(CEU)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RAMADAN 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA INFO MUDIK (RAMADAN)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 21-06-2018