DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.062.067.101 (16 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Andrinof Sambut Baik Wacana Menteri Naik Kereta ke Istana Bogor

Dheri Agriesta - 20 Februari 2015 18:09 wib
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago--Metrotvnews.com/K. Yudha Wirakusuma
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago--Metrotvnews.com/K. Yudha Wirakusuma

Metrotvnews.com, Bogor: Wacana untuk menyiapkan kereta api untuk menunjang kegiatan menteri-menteri Kabinet Kerja di Istana Bogor. Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menyambut baik wacana tersebut, namun dia juga meminta keputusan dikembalikan kepada menteri yang bersangkutan.

"Kalau itu lebih baik. Kalau untuk kegiatan rombongan tertentu boleh saja, bagus. Tapi kalau yang seperti ini lebih baik biarkan menteri melihat mana yang lebih efisien, lebih efektif," kata Andrinof di Istana Kepresidenan Bogor, Bogor, Jumat (20/2/2015).

Andrinof menjadikan dirinya sebagai contoh jika menteri harus berkegiatan di Istana Bogor. Rumahnya yang terletak di daerah Widya Chandra memakan waktu 25 menit untuk sampai ke Stasiun Gambir.

Sedangkan jika langsung menuju Bogor, waktu yang dihabiskan Andrinof hanya sekitar 40 menit. "Jadi itu tegantung mana yang lebih realistis," kata Andrinof.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengaku sudah menyiapkan pilihan-pilihan untuk menunjang kerja menteri Kabinet Kerja yang akan berkegiatan di Istana Bogor. Pilihan itu termasuk menggunakan kereta api sebagai transportasi menteri Kabinet Kerja menuju Bogor. "Opsinya banyak lah. Ada kereta api juga," ujar Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Pratikno mengatakan pilihan itu sudah lama dicetuskan. Kata dia, menteri dapat berjalan sekitar 15 menit dari Stasiun Bogor menuju Istana.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MENTERI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA POLITIK
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 16-10-2018