DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.058.936.361 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Badekan Cerbonan, Game Penjaga Kelestarian Bahasa Daerah

Ahmad Rofahan - 06 Maret 2015 11:06 wib
Anda dapat mengunduh game Badekan Cerbonan secara gratis melalui Google Play Store.
Anda dapat mengunduh game Badekan Cerbonan secara gratis melalui Google Play Store.

Metrotvnews.com, Cirebon: Melihat banyaknya remaja dan masyarakat di Cirebon sudah mulai asing terhadap bahasa daerahnya sendiri, menginspirasi M. Anis Hilmi (25), bersama komunitas Ide beda, Komunitas Linux Cirebon dan Creacle Studio untuk membuat game Badekan Cerbonan.

Game yang bisa diunduh melalui Google Play Store ini, ternyata mendapat respons yang cukup bagus oleh masyarakat Cirebon. Ia menjadi salah satu perbincangan di forum-forum dunia maya dan juga media sosial yang dikelola oleh orang Cirebon.

" Ini merupakan wujud andil kita semua dalam melestarikan bahasa dan budaya Cirebon," ujar Anis, Jumat (6/3/2015).

Dalam game ini, pemain diarahkan untuk menyusun kalimat dengan dibantu gambar yang sudah tersedia. Dari gambar tersebut, para pemain bisa menemukan huruf-huruf yang bisa disusun dengan menebak nama gambar yang ada.

Setelah berhasil disusun, para pemain akan mendapatkan susunan kalimat berupa bahasa bebasan (bahasa halus), makanan khas, kebudayaan Cirebon dan juga judul lagu tarling cirebon. Selain menebak, game ini juga menjelaskan maksud tulisan yang sudah berhasil dijawab.

"Misalkan ada gambar ular dan gambar daun yang dilingkari ujungnya, maka jawabannya adalah Ula Pucuk, yang merupakan salah satu judul lagu tarlingan khas Cirebon," ujar Alumni UGM Jurusan Elektronika dan Instrumentasi ini.

Respons beragam juga muncul dari para pengguna Game Badekan Cirebon ini, bahkan tidak sedikit juga yang melakukan screenshot gambar dan dikirmkan ke forum media sosial, untuk bisa mendapatkan jawaban. Mayoritas pengguna menganggap game ini menarik dan lucu, karena sangat jarang ada game yang menggunakan bahasa sendiri.

"Gamenya lucu, soalnya kadang kita sendiri baru inget kembali ada bahasa Cirebon yang kayak gitu. kalaupun enggak ngerti artinya, nanti ada penjelasannya. Jadi nambah wawasan, sekalian belajar kembali bahasa bebasan (bahas halus) Cirebon," ujar Mubarok Hasanudin yang sudah mencapai tingkat Ajudan Lurah dalam game ini.

Tingkatan dalam penilaian game ini juga menggunakan istilah yang sangat Indonesia. Untuk nilai tertinggi dilabeli Lurah dan ke bawahnya menjadi Wakil Lurah, Ajudan Lurah, Ketua RW dan ketua RT.


Yang menarik lagi dalam game ini adalah suaranya. Jika salah menjawab, maka akan keluar suara koor anak-anak kecil mengeja B-O-L-E-D. Boled adalah Ubi, di Cirebon sering digunakan sebagai pengganti kalimat bodoh. Kalau pemain hampir menjawab dengan benar, maka akan keluar tulisan "Titik Maning" atau sedikit lagi.

Untuk bisa mendapatkan suara yang khas anak-anak, Anis menggunakan suara murid-muridnya di Madrasah Diniyah Intibahul Muttaalimat di Desa Panembahan Kec. Plered Kab. Cirebon.

"Saya kumpulkan mereka dan direkam. Alhamdulillah suaranya khas banget," ujar Anis.


(ABE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GAME LOKAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA NEWS (TEKNOLOGI)
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 16-11-2018