GP Ansor: Tarik Buku Berbau Ekstremisme dari Peredaran

Arga sumantri - 21 Januari 2016 11:34 wib
Buku-buku yang mengajarkan ekstremisme-----MTVN/Arga
Buku-buku yang mengajarkan ekstremisme-----MTVN/Arga

Metrotvnews.com, Depok: Buku pelajaran anak taman kanak-kanak berbau ajaran keagamaan ekstrem muncul di Depok. Buku ditemukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor berdasarkan laporan orangtua salah satu murid TK, Selasa, 19 Januari.

GP Ansor menghendaki, pemerintah kota dan dinas terkait turun tangan menindaklanjuti beredarnya buku tersebut. Buku itu selaiknya ditarik dari peredaran.

"Karena ini mengandung dan menanamkan benih radikalisme di anak usia emas," kata Sekjen GP Ansor Adung Abdurochman saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (21/1/2016).

Buku berbau ekstremis keagamaan ini dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis berjudul 'Anak Islam Suka Membaca'. Di dalamnya terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme, di antaranya sabotase, gelora hati ke Saudi, bom dan sahid di medan jihad.

Selain itu, ada kalimat dan kata-kata yang mengandung ekstremisme seperti 'rela mati bela agama', 'gegana ada di mana', 'bila agama kita dihina kita tiada rela'.

Menurut Adung, peredaran buku tersebut membahayakan. Sebab, istilah-istilah ekstrem yang ada di buku akan tertanam dan diingat anak hingga dewasa.

Karena itu, Adung menghendaki Pemerintah Kota Depok dan dinas terkait segera menarik buku. Tak hanya itu, guru TK juga harus lebih selektif menyaring buku bacaan buat anak didiknya.

"Sebaiknya tidak menggunakan buku-buku yang bisa mengajarkan kekerasan dan intoleransi," kata Adung.


(TII)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKSTREMISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA METRO
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017