DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 14.332.438.005 (21 AGUSTUS 2018)

Terduga Teroris Siyono Tewas, Kapolri: Di Mana yang Melanggar HAM?

Renatha Swasty - 28 Maret 2016 14:50 wib
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti--Antara/Yudhi Mahatma
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti--Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti meminta Propam memeriksa kasus kematian terduga teroris Siyono di Yogyakarta. Badrodin percaya tidak ada pelanggaran HAM dalam penangkapan hingga Siyono tewas.

"Saya sudah minta propam periksa, mungkin bisa koordinasi dengan KontraS. Di mana yang melanggar HAM itu? Tapi, anggota itu babak belur apa dibiarkan lari?" kata Badrodin di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2016).

KontraS menyebutkan kematian Siyono tak wajar, ada pelanggaran HAM sejak Siyono ditangkap di rumahnya hingga dia meregang nyawa. Keluarga Siyono juga disebut diintimidasi dan diminta bungkam.

"Bisa jadi (diminta bungkam), tapi apakah itu pelanggaran hukum soal bungkam? Kecuali dibungkam mulut dijahit itu melanggar hukum," pungkas jenderal bintang empat itu.

Sebelumnya, kuasa hukum keluarga Siyono, Sri Kalono, memaparkan ada upaya intervensi pihak tertentu agar tak memperpanjang kasus Siyono. Siyono, warga Cawas, Kabupaten Klaten, terduga teroris yang tewas di tangan polisi karena diduga melawan.

“Catatan kami, beberapa hari ini setidaknya sudah dua kali ada orang yang mengaku dari institusi tertentu meminta tanda tangan surat kepada keluarga almarhum Siyono dan kepada istri almarhum,” kata Kalono di Klaten, Jawa Tengah, Senin 21 Maret.

Kalono menerangkan, berdasarkan pengakuan Suratmi, isteri Siyono, ada tiga hal yang tertulis dalam surat itu. Pertama, pihak keluarga diminta mengikhlaskan kematian Siyono. Kedua, keluarga tidak menuntut hukum. Dan ketiga, keluarga tidak menuntut dilakukan autopsi.

Istri Siyono, imbuh Kalono, tidak bersedia meneken surat tersebut. Dia merasa kematian Siyono adalah pukulan besar baginya.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia masih terus menyelidiki kematian Siyono. Koordinator Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan, Komnas HAM, Siane Indriani mengaku telah bertemu tokoh-tokoh kunci dalam kasus kematian Siyono.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan Siyono berupaya menyerang anggota Densus 88 Antiteror Polri dalam perjalanan untuk menunjukkan bunker penyimpanan senjata di sekitar Prambanan, Jawa Tengah.

Berupaya menyelamatkan diri, anggota Densus itu melumpuhkan Siyono. Dalam perjalanan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Yogyakarta, nyawa Siyono, yang disebut-sebut sebagai panglima investigasi yang membawahi bidang rekrutmen di Neo Jamaah Islamiyah itu, tidak tertolong.

Siyono ditangkap pada Selasa, 8 Maret, seusai menunaikan salat Magrib di masjid samping rumahnya di Dukung Brengkungan, Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah. Jumat, 11 Maret, keluarga Siyono mendapat kabar Siyono meninggal dunia. Selanjutnya jenazah Siyono dimakamkan di Klaten pada Minggu, 13 Maret.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORIS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 22-08-2018