DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Studi: Memiliki Anak Memundurkan Jenjang Karier

Sri Yanti Nainggolan, Yatin Suleha - 13 April 2018 14:25 wib
Sebuah studi dari Easy Offices yang ditulis dalam laman Motherandbaby.co.uk menemukan bahwa memiliki anak membuat karier wanita mundur enam tahun ke belakang. (Foto: Dakota Corbin/Unsplash.com)
Sebuah studi dari Easy Offices yang ditulis dalam laman Motherandbaby.co.uk menemukan bahwa memiliki anak membuat karier wanita mundur enam tahun ke belakang. (Foto: Dakota Corbin/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi dari Easy Offices yang ditulis dalam laman Motherandbaby.co.uk menemukan bahwa memiliki anak membuat karier wanita mundur enam tahun ke belakang. 

Artikel yang bertajuk "According to new research, having a baby sets a woman’s career back SIX years" ini menyebutkan bahwa sebagian dari wanita yang disurvei mengungkapkan bahwa mempunyai bayi memberi efek negatif pada karier dimana 42 persen percaya bahwa mereka akan berada di posisi yang lebih senior bila tak memiliki anak.

"Bahkan, 37 persen dari ibu pekerja merasa terdiskriminasi sejak memiliki anak," tulis dalam artikel yang sama.

Para peneliti melibatkan 1000 ibu dengan anak berusia antara satu hingga 13 tahun dan menemukan bahwa menjadi ibu membuat mereka kehilangan kesempatan promosi di kantor. 

Tiga dari 10 ibu mendapatkan respons negatif dari rekan kerja karena mereka harus meminta waktu untuk mengurus anak mereka. Lebih dari seperempat ibu baru juga merasa ditinggalkan atau diacuhkan oleh rekan kerja ketika selesai mendapatkan cuti hamil. 

(Baca juga: Membandingkan Waktu Keluarga antara Ibu Rumah Tangga dengan Wanita Karier)


(Artikel yang bertajuk "According to new research, having a baby sets a woman’s career back SIX years" ini menyebutkan bahwa sebagian dari wanita yang disurvei mengungkapkan bahwa mempunyai bayi memberi efek negatif pada karier. Foto: Julie Johnson/Unsplash.com)

"Banyak wanita akan takjub mengetahui bagaimana memiliki bayi akan memengaruhi karier mereka. Jadi, kami menyurvei para ibu yang mengalami hal itu. Hasilnya, ternyata sulit untuk menyesuaikan dengan prioritas baru dengan memiliki bayi, namun di satu sisi juga sulit untuk mengintegrasikan kembali ke tempat kerja," papar juru bicara Easy Offices.

Walau sulit serta repot, tak semua ibu beranak serta berakier juga menemui hal yang sama. Diwawancarai melalui sambungan telepon, Nuky Nursantia, seorang sekretaris di sebuah law firm di bilangan Selatan Jakarta mengatakan awal mungkin susah menjadi ibu, memiliki anak, dan berkarier.

"Perlu adaptasi," ungkap perempuan yang ramah ini. "Tapi, kalau kita bisa atur-atur dan manajemen dengan baik ternyata bisa kok," sambung ibu beranak 4 ini.

Nuky mengungkapkan bahwa caranya bisa dengan tinggal di dekat mertua atau ibu kandung kita dengan tetap menggunakan baby sitter dan asisten rumah tangga.

"Kita sering-sering telepon ke rumah, menanyakan kabar anak-anak, PR sekolah, makan, dan selalu komunikasi dengan mama mertua atau bisa dengan ibu kita."

"Atur jadwal anak-anak ditulis lalu minta tolong juga ibu atau mama mertua kita untuk melihat anak-anak agar tetap terpantau," saran Nuky.

Satu lagi saran Nuky adalah Anda bisa memantau rumah dengan memasang CCTV yang bisa dilihat melalui handphone. "Kelihatan semua, jadi bekerja juga nyaman dan tenang," tambahnya.






(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KELUARGA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KELUARGA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 18-10-2018