Selektif Memilih Tontonan untuk Anak

- 02 Februari 2018 15:42 wib
Sejumlah anak menonton bersama film yang berkisah tentang Dina dalam meraih mimpi. (Foto: MI/Suryani Wandari)
Sejumlah anak menonton bersama film yang berkisah tentang Dina dalam meraih mimpi. (Foto: MI/Suryani Wandari)

Jakarta: Pernahkah anda sebagai orang membawa serta anak-anaknya menonton film di bioskop dengan kategori dewasa atau tak sesuai dengan usianya? Hati-hati, salah memilih tontonan untuk anak dapat memengaruhi perilaku mereka.

Psikolog Anak Astrid Wen mengilustrasikan anak seperti sebuah spons. Mereka akan cenderung menyerap informasi dengan cepat, tak peduli apakah informasi yang tersaji baik atau tidak.

"Anak itu polos apa yang dia lihat ingin dicontoh. Ada kasus orang tua dan keluarga tidak pernah mengajari untuk memukul seseorang tetapi setelah dicari tahu ternyata ia belajar dari tontonan," kata Astrid, dalam Selamat Pagi Indonesia, Jumat 2 Februari 2018.

Astrid mengatakan berbeda dengan buku, tontonan entah dari film di bioskop, televisi, maupun media sosial YouTube lebih mudah diserap informasinya. 

Fakta bahwa visual lebih mampu memengaruhi anak dalam berbagai hal dan aspek perilaku membuat orang tua harus selektif dan aktif menyaring apa yang perlu dan tidak perlu anak tonton. 

Menurut Astrid boleh saja orang tua memberikan keleluasaan kepada anak dalam hal penyajian tontonan. Namun harus diingat, setelah ditonton, orang tua dituntut proaktif untuk mendiskusikan apa yang telah ditonton bersama anak. 

"Setelah film selesai, ajak anak diskusi. Ini untuk membantu persepsi dia dalam memaknai sebuah tayangan," katanya.


(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PSIKOLOGI ANAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KELUARGA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018