Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp RP 5.744.740.112 (3 AGUSTUS 2018)

Anak Tetap Berisiko Stunting meski Terlihat Aktif

Sri Yanti Nainggolan - 10 Februari 2018 20:57 wib
Anak Tetap Berisiko Stunting meski Terlihat Aktif (Foto: ist)
Anak Tetap Berisiko Stunting meski Terlihat Aktif (Foto: ist)

Jakarta: Angka stunting di Indonesia terbilang tinggi, bahkan masuk dalam lima besar di seluruh dunia. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat mendeteksi masalah pertumbuhan dan perkembangan tersebut.

Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan dan berat badan anak tak sesuai dengan usia. Umumnya, hal ini bisa dideteksi secara dini bila orang tua rajin memonitor pertumbuhan anak.

"Bayi akan terus bertambah berat badannya. Jika tidak, atau lambat, maka tinggi badan juga akan mengalami gangguan. Sementara, bila berat badan bertambah namun tinggi badan tidak, maka bisa terjadi obesitas," terang dokter anak dr. Meta Hanindita, Sp. A dalam peluncuran dua buku parenting Mommyclopedia.

Oleh karena itu, dr. Meta menyarankan agar orang tua mencatat hal-hal penting seperti berat badan, tinggi badan, atau lingkar kepala untuk melihat apakah anak bertumbuh dengan normal atau tidak.

"Kalau tak sesuai dengan grafik pertumbuhan, sebaiknya curiga," ia menekankan.

Namun, tak jarang orang tua justru mengingkari bila anak mengalami masalah tersebut dengan dalih anak yang terlalu aktif atau keturunan. Hal inilah yang membuat penanganan untuk mengatasi stunting menjadi terhambat.

"Beberapa alasan yang digunakan jika melihat anak yang kurus adalah anak yang memang aktif atau mengikuti postur tubuh orang tua yang juga kurus. Padahal, tak semua anak sehat itu aktif," paparnya.

Salah satu pencegahan stunting yang bisa dilakukan adalah mulai mengkonsumsi nutrisi yang cukup sejak bayi dalam kandungan.

"Vitamin penting seperti asam folat dan zat besi harus terpenuhi karena pertumbuhan anak sudah dimulai sejak dalam kandungan," tutupnya.

 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TUMBUH KEMBANG ANAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KELUARGA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 14-08-2018