Kiat Mendidik Anak agar Berprestasi

Gervin Nathaniel Purba - 26 April 2017 07:00 wib
Minat membaca anak harus dibentuk sejak usia 0 hingga 5 tahun (Foto:Antara)
Minat membaca anak harus dibentuk sejak usia 0 hingga 5 tahun (Foto:Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang pandai dan berprestasi. Bagaimana caranya? Ada satu cara sederhana yang dapat membentuk anak menjadi pandai, yaitu membaca buku.

Menurut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Tjut Rifameutia, minat membaca anak harus dibentuk sejak usia 0 hingga 5 tahun. Tahun-tahun pertama tumbuh kembang anak itu disebut sebagai periode emas.

Periode emas anak tidak akan pernah terulang. Oleh karena itu, sebaiknya orang tua berusaha mengoptimalkan pembentukan kecerdasan anak pada masa tersebut. Pemenuhan gizi yang baik dan stimulasi yang tepat dari lingkungan sangat dibutuhkan.

Bentuk stimulasi tersebut, salah satunya berupa membaca buku. Inilah saat yang tepat membentuk karakter dan kepribadian anak melalui buku yang dibacanya. Melalui buku pula, kecerdasan anak akan terasah.

"Memperkenalkan anak dengan buku, bergantung pada usianya. Kalau masih kecil, berikan buku yang banyak gambar karena imajinasinya belum terlalu berkembang. Seiring pertumbuhan anak, maka berikan buku yang lebih banyak tulisan," ujar Tjut Rifameutia yang akrab disapa Meutia, dalam sebuah diskusi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ketika usia anak bertambah, imajinasinya pun berkembang. Membaca buku yang tanpa gambar akan mudah dilakukan karena anak mulai bisa membayangkan kejadian yang diceritakan dalam buku.

"Jika belum dewasa, belum tentu tokoh di dalam buku bisa dibayangkan oleh anak. Jika sudah dewasa, akan muncul melalui imajinasi," ucap Meutia.

Dalam rangka menstimulasi anak untuk membaca buku, perlu dukungan dari setiap anggota keluarga, terutama orang tua. Bagi anak, orang tua merupakan role model yang akan mereka tiru tindak-tanduknya. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mau meluangkan waktu membacakan buku untuk anaknya. Dibandingkan hanya berupa ajakan atau perintah untuk membaca, anak akan lebih tergerak jika langsung dibacakan buku.

"Berikan contoh yang baik. Jika anak melihat orang tua yang suka membaca, maka anak akan mengikuti. Kemudian, orang tua mengajak anak mendiskusikan buku yang telah dibaca tersebut," jelas Meutia.

Sayangnya, tak semua anak Indonesia beruntung dengan akses buku yang mudah. Distribusi buku yang belum merata hingga ke pelosok daerah, mahalnya harga buku, merupakan beberapa permasalahan yang membuat anak-anak Indonesia kurang berkawan dengan buku. Terbatasnya akses mendapatkan buku bacaan ini juga mempersulit mereka dalam menimba ilmu pengetahuan dan menempa kecerdasan.

Jika Anda peduli dengan kondisi anak-anak Indonesia yang kesulitan mendapatkan buku, Anda dapat melakukan langkah kebaikan dengan terlibat langsung di gerakan #BukuUntukIndonesia.

Langkah kebaikan bisa dimulai dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke halaman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.

Dengan berbagi minimal Rp100 ribu saja Anda sudah berpartisipasi untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BUKUUNTUKINDONESIA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KELUARGA
MORE
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 22-11-2017