Kapan Waktu yang Tepat Mengajarkan Disiplin pada Anak?

Raka Lestari - 13 Februari 2018 11:07 wib
Mengajarkan disiplin pada bayi yang paling sederhana adalah dimulai dengan cara menghentikannya, kemudian membuat anak melupakan perilaku yang berbahaya. (Foto: Caleb Jones/Unsplash.com)
Mengajarkan disiplin pada bayi yang paling sederhana adalah dimulai dengan cara menghentikannya, kemudian membuat anak melupakan perilaku yang berbahaya. (Foto: Caleb Jones/Unsplash.com)

Jakarta: Banyak orangtua yang mulai mengajarkan disiplin pada anak ketika anak-anak sudah mulai bersekolah. Namun sebenarnya, disiplin pada anak bisa dilakukan sedini mungkin. Bahkan meskipun mereka masih bayi atau dianggap belum mengerti apa-apa.

Hal ini karena disiplin adalah tentang mengajarkan batasan, dan bayi sangat membutuhkan bantuan untuk mengatur hal ini. 

Jika dibiarkan, keingintahuan para bayi justru bisa menimbulkan dampak negatif pada diri mereka sendiri. Mereka bisa terluka parah tanpa bimbingan yang benar. 

Panduan itu "dimulai sangat awal hanya sebagai 'ya' atau 'tidak'," kata Dr Michele Borba, seorang psikolog anak dan penulis buku anak-anak. Ia menemukan bahwa banyak sekali orangtua yang terkadang sulit mengatakan tidak pada bayi mereka. 

Mengajarkan disiplin pada bayi yang paling sederhana adalah dimulai dengan cara menghentikannya, kemudian membuat anak melupakan perilaku yang berbahaya tersebut, hingga mengganti kegiatan yang berbahaya tersebut dengan kegiatan lainnya. 

(Baca juga: Buat Aturan di Rumah agar Anak Disiplin Sejak Dini)

Tidak perlu diskusi yang panjang dan sulit. Borba memberikan contoh, "Ketika anak Anda menarik-narik bulu hewan, Anda bisa mengatakan 'jangan, jangan sakiti anjingnya' lalu kemudian memuji anak Anda ketika mereka mau menuruti apa yang Anda suruh tersebut."

Ini memberi kesempatan pada bayi untuk membangun perspektif dengan mengenali bahwa menarik bulu binatang dapat menyakiti mereka. Meskipun mereka tidak akan mengerti sepenuhnya, tapi ini membantu meletakkan dasar bagi empati pada diri mereka. 

Borba mengatakan orangtua juga harus memilih mana yang harus dikenalkan kepada anak. "Pilih saja kejadian yang terus terjadi berulang-ulang yang dapat menghalangi tumbuh kembang bayi Anda, atau yang dapat membahayakan keamanan anak Anda," kata Borba. 









(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KELUARGA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KELUARGA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018