Fenomena "BPJS" di Mata Sosialita Jakarta

Yatin Suleha - 02 Februari 2018 17:36 wib
Bagi Juliana, sebutan sosialita adalah sebuah panutan dan bukan hanya sekedar untuk publish. (Foto: Dok. Juliana Yu/Instagram @julianayu88)
Bagi Juliana, sebutan sosialita adalah sebuah panutan dan bukan hanya sekedar untuk publish. (Foto: Dok. Juliana Yu/Instagram @julianayu88)

Jakarta: Outer panjang berwarna putih menjadi tema dress yang ia kenakan hari itu. Menenteng tas salah satu brand ternama, ia menyambut ramah tim Medcom.id kala makan siang bersama.

Saat diwawancarai di klinik kecantikannya Skinovation, di kawasan Pusat Jakarta, Juliana Yu telah lama berprofesi sebagai dokter kecantikan. Ia juga bergelut dalam dunia sosial atau bisa disebut sosialita dan berbagi kisah tentang dunia sosialita khususnya di Jakarta.

Dokter kecantikan yang juga memiliki segudang kegiatan yang salah satunya adalah menghadiri acara-acara sosial dan acara yang dihadiri oleh sosialita-sosialita Jakarta ini menyebutkan sebenarnya julukan sosialita adalah sebuah panutan.

"Mereka (yang disebut dengan sosialita) bagi saya adalah mereka yang bisa melakukan sesuatu untuk orang banyak. Atau mempunyai suatu hasil karya yang bisa dibanggakan," jelas ibu dua anak kembar ini.

Bisa dibilang, Juliana cukup familiar dengan banyak acara sosialita di Jakarta sejak lima atau enam tahun lalu, sebut saja acara beauty juga fesyen baik brand dalam maupun luar negeri.

Namun wanita yang murah senyum ini juga memberikan informasi bahwa tujuan utama dari menghadiri sebuah acara sosialita adalah apakah sebuah acara tersebut punya nilai lebih. 

"Misalnya, ketika saya diundang apakah saya punya nilai lebih di dalam acara tersebut? Apakah saya juga punya image yang comparable dengan acara tersebut? Jadi, kalau datang hanya untuk difoto kemudian publish di banyak media tanpa bisa mempunyai nilai lebih, saya pikir untuk apa? Harusnya malu ya," ungkap Juliana.

(Baca juga: Sejarah Ungkapan Sosialita)

Nilai lebih yang ia maksudkan adalah, "Apakah acara tersebut memberikan para undangan serta audien yang datang dengan pengetahuan teknologi terbarunya, apakah bisa membantu dalam acara sosial yang diselenggarakan, apakah bisa menjalin hubungan baik dengan owner dan teman-teman lainnya, sehingga nilai itu yang lebih utama."


(Juliana saat menghadiri sebuah acara. Foto: Dok. Juliana Yu/Instagram @julianayu88)

Lalu, bagaimana kegiatan sosialita? Bagi Juliana, tak melulu ia pergi ke dalam berbagai acara sosialita di Jakarta saban hari. Alasan utamanya adalah keluarga serta kariernya. 

"Setiap kali saya dapat undangan, selalu saya beritahu keluarga, karena keluarga bagi saya adalah yang utama. Jadi, walau saya dapat undangan bisa tiga kali seminggu, atau bisa jadi hanya satu kali satu bulan, tetap saya menomorsatukan keluarga terlebih dahulu dibandingkan datang ke acara-acara sosial."

Lalu Bagaimana Tanggapannya tentang Seseorang yang "BPJS"?
Juliana menerangkan bahwa selama ia berhubungan dalam dunia sosial dengan banyak teman, sama seperti proses alam lainnya, maka mereka yang bisa disebut dengan social climber ataupun "BPJS" (seseorang dengan Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita) bisa saja hadir namun hanya sesaat.

"Banyak realita seperti itu, namun saya berpendapat idealnya kehadiran kita bermanfaat bagi banyak orang lainnya, bukan hanya agar dikira setara atau agar bisa sejajar dengan sosial yang lain."







(TIN)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KELUARGA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018