Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Benarkah Pasangan dengan Penghasilan Sama Lebih Langgeng?

Sri Yanti Nainggolan - 14 April 2018 20:00 wib
Benarkah Pasangan dengan Penghasilan Sama Lebih Langgeng? (Foto: istock)
Benarkah Pasangan dengan Penghasilan Sama Lebih Langgeng? (Foto: istock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa pasangan bekerja dengan penghasilan yang hampir sama memiliki tingkat kelanggengan lebih tinggi.

Patrick Ishizuka dari  Pusat Populasi Universitas Cornell meneliti tentang bagaimana uang dapat memengaruhi keadaan suatu hubungan.

Salah satu aspek dari penelitiannya menyelidiki teori yang dikenal sebagai "bar pernikahan", yang mengklaim bahwa pasangan memutuskan untuk ke jenjang lebih serius ketika mereka mencapai tingkat kekayaan tertentu.

"Setelah pasangan mencapai ambang penghasilan dan kekayaan tertentu, mereka lebih mungkin untuk menikah," kata Ishizuka.

"Mereka ingin memiliki rumah, mobil dan tabungan yang cukup untuk melangsungkan pernikahan yang besar; dan mereka juga ingin memiliki pekerjaan yang stabil dan penghasilan tetap."

Menurut Ishizuka, pasangan dengan posisi ekonomi yang lebih lemah lebih berisiko untuk berpisah, meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pasangan dengan sedikit uang justru menempatkan banyak nilai pada gagasan pernikahan.

"Pernikahan dipersiapkan untuk pasangan yang telah mencapai standar ekonomi tinggi," katanya.

Ia membandingkan, meningkatnya tingkat perceraian sejak 1960-an terlihat paling tinggi pada pasangan dengan pendidikan rendah.

Namun, jumlah uang yang diperoleh pasangan sebagai pasangan bukanlah satu-satunya faktor penting dalam menentukan kekuatan komitmen satu sama lain.

Pasangan yang hidup bersama dan mendapatkan gaji yang sama juga memiliki kemungkinan lebih besar untuk tetap bersama.

"Kesetaraan muncul untuk meningkatkan stabilitas. Kesetaraan dalam kontribusi ekonomi pria dan wanita membuat pasangan terus bersama."

Ishizuka menambahkan, orang-orang yang hidup bersama memiliki kecenderungan yang lebih besar terhadap pandangan egaliter daripada mereka yang pindah dari melajang langsung ke kehidupan pernikahan.

Tinggal bersama dan mengenal satu sama lain lebih baik di lingkungan rumah tangga sebelum menikah dapat mempengaruhi cara orang memandang peran laki-laki dan perempuan tradisional.

“Ini benar-benar gabungan sumber daya pasangan yang tampaknya penting,” kata Ishizuka.


 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG ROMANSA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KELUARGA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-07-2018