Bercerai dan Pembatalan Pernikahan, Apa Bedanya?

Raka Lestari - 08 September 2017 16:24 wib
Ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membatalkan penikahan atau ingin bercerai. (Foto: Tallaghtsolicitor.ie)
Ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membatalkan penikahan atau ingin bercerai. (Foto: Tallaghtsolicitor.ie)

Metrotvnews.com, Jakarta: Proses perpisahan dalam pernikahan terkadang memang cukup berbelit-belit. Apakah harus membatalkan pernikahan atau bercerai?

Pilihan pertama akan menghasilkan putusan pengadilan yang menyatakan bahwa Anda tidak pernah menikah, sementara yang kedua tentang bagaimana membagi aset pernikahan yang Anda miliki. Berikut ini ada pendapat dari ahli untuk menjelaskannya. 

Perbedaan Bercerai dengan Pembatalan Pernikahan
Pada perceraian, sangat mungkin terjadi sengketa mengenai gono-gini karena memang pernikahan sebelumnya tetap diakui. Sementara pada pembatalan nikah, pernikahan dianggap tidak pernah ada sejak awal. Sehingga sulit bagi salah satu pihak menuntut harta gono-gini.



Dalam perceraian, permohonan dilakukan oleh salah satu pihak, suami atau istri. Sedangkan pembatalan, selain dapat dilakukan oleh suami atau istri, juga bisa diajukan oleh pihak lain seperti orangtua pasangan.

(Baca juga: Penyebab Terbesar Perceraian Dini)

Jika Anda Memilih Pembatalan Pernikahan
Ariel Sosna, seorang ahli hukum keluarga dari Van Voorhis and Sosna, LLP menyebutkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika Anda memilih pembatalan pernikahan. "Untuk melakukannya, Anda harus memiliki 4 kondisi, yaitu: bigamy (menikah dengan orang lain-dengan kondisi masih secara legal menikah dengan istri), gila, penipuan, kecurangan dan pemaksaan.

"Anda harus dapat membuktikan salah satu dari kondisi tersebut untuk melakukan pembatalan pernikahan Anda." 

Jika Anda melakukan ini, Anda tidak perlu membagi aset pernikahan sehingga tidak perlu ada pertengkaran yang disebabkan pembagian harta gono-gini ataupun perebutan anak. 



Jika Anda Memilih untuk Bercerai
"Bagi sebagian besar orang, perceraian lebih masuk akal," kata Sosna. Proses untuk mendapatkan status bercerai jauh lebih mudah dan sederhana terutama jika kedua belah pihak sepakat mengenai perceraian tersebut. 

Anda juga tetap harus memenuhi persyaratan tertentu dan membuktikan bahwa Anda memiliki alasan untuk bercerai, sama seperti ketika ingin melakukan pembatalan. 

Nah, apakah Anda sudah yakin? Jika Anda belum yakin, bicarakan terlebih dahulu dengan pengacara Anda masing-masing yang lebih memahami situasi dalam rumah tangga Anda.










(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERCERAIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KELUARGA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017