Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp RP 5.744.740.112 (3 AGUSTUS 2018)

Menghabiskan Waktu Bersama Nenek dan Kakek Membuat Anak Tidak Melakukan Ageisme

Raka Lestari - 06 Februari 2018 09:00 wib
Badan global juga menyebutkan ageism sebagai penyebab tekanan kardiovaskular, menurunkan produktivitas dan menurunkan tingkat percaya diri. (Foto: Courtesy of Hearsteps.com)
Badan global juga menyebutkan ageism sebagai penyebab tekanan kardiovaskular, menurunkan produktivitas dan menurunkan tingkat percaya diri. (Foto: Courtesy of Hearsteps.com)

Jakarta: Setiap orang pasti akan bertambah tua, itu adalah fakta yang tidak bisa dihindari lagi. Dan semua orang sebisa mungkin menghindari untuk bertambah tua. Diskriminasi usia atau ageisme adalah bentuk stereotipe dan diskriminasi terhadap individu atau kelompok karena umur mereka. 

Namun penelitian baru menunjukkan bahwa hal itu dapat dicegah jika kita membina hubungan positif antara anak-anak kita dan kakek dan nenek mereka.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Child Development menemukan bahwa anak-anak yang memiliki hubungan baik dengan nenek dan kakek mereka cenderung tidak menunjukkan bias terhadap orang dewasa yang lebih tua. 

Untuk penelitian tersebut, peneliti meminta 1.151 anak-anak Belgia berusia 7-16 tahun untuk menggambarkan bagaimana perasaan mereka tentang kakek dan nenek mereka. Peneliti menemukan bahwa anak-anak yang tidak memiliki hubungan dekat dengan kakek neneknya cenderung melakukan diskriminasi usia.


(Badan global juga menyebutkan ageism sebagai penyebab tekanan kardiovaskular, menurunkan produktivitas dan menurunkan tingkat percaya diri. Foto: Courtesy of Getty Images)

"Faktor terpenting yang terkait dengan stereotip terhadap usia adalah kualitas kontak yang buruk dengan kakek-nenek," kata pemimpin peneliti Allison Flamion, seorang mahasiswa pascasarjana psikologi di University of Liege. Ia juga menambahkan bahwa kualitas kontak lebih penting daripada frekuensi.

(Baca juga: Sering Diajak Jalan-Jalan, Kakek dan Nenek Bisa Panjang Umur)

Ini tidak hanya terjadi melalui kualitas hubungan mereka, tapi juga karena persepsi anak terhadap kakek dan nenek mereka sendiri. Secara khusus, menurut para peneliti, anak-anak yang memiliki kakek-nenek dalam kesehatan yang buruk cenderung berprasangka buruk terhadap orang dewasa yang lebih tua daripada mereka yang memiliki kakek-nenek yang sehat.

Ageisme juga memiliki dampak yang jelas terhadap kesehatan. Menurut World Health Organization, mereka yang memandang usia secara negatif cenderung memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan mereka yang memandang usia secara positif. Badan global juga menyebutkan ageism sebagai penyebab tekanan kardiovaskular, menurunkan produktivitas dan menurunkan tingkat percaya diri.









(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KELUARGA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KELUARGA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 14-08-2018