DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 13.813.894.338 (20 AGUSTUS 2018)

Ini Penyebab Sulit Mempertahankan Berat Badan Ideal

Sri Yanti Nainggolan - 10 Februari 2018 18:26 wib
Ini Penyebab Sulit Mempertahankan Berat Badan Ideal (Foto: shutterstock)
Ini Penyebab Sulit Mempertahankan Berat Badan Ideal (Foto: shutterstock)

Jakarta: Apakah Anda merasa kesulitan mempertahankan berat badan ideal setelah berjuang menurunkan beberapa kilogram? Sebuah penelitian menyebutkan bahwa hormon lapar ghrelin adalah pemicu mengapa tubuh merasa terus ingin makan.

Menurut Catia Martins, asisten profesor di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Norwegia (NTNU), kebanyakan orang dengan obesitas dapat menurunkan berat badan, tetapi hanya 20 persen yang berhasil mempertahankan berat badan terbaru mereka.

Studi tersebut menunjukkan bahwa ketika kita menurunkan berat badan, perut mengeluarkan hormon ghrelin dalam jumlah lebih bantak sehingga kita merasa lapar.

"Semua orang memiliki hormon ini, tetapi jika Anda kegemukan dan kehilangan berat badan, timgkat hormon itu akan meningkat," tukas Martins.

Tingkat ghrelin tersebut tidak akan menyesuaikan dari waktu ke waktu, tetap tinggi. Artinya, orang-orang yang kelebihan berat badan harus menghadapi rasa lapar yang terus berlanjut selama sisa hidup mereka.

Di sisi lain, orang yang telah kehilangan berat badan membutuhkan lebih sedikit energi untuk merawat tubuh baru yang lebih ringan. Namun mereka akan merasa lebih lapar karena tubuh sedang berusaha untuk mendapatkan berat badan itu kembali.

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Physiology, Endocrinology and Metabolism tersebut meneliti nafsu makan pada pasien yang berpartisipasi dalam program penurunan berat badan komperehensif selama dua tahun.

Rata-rata pasien berbobot 125 kg dan kehilangan 11 kg selama periode penelitian. Dua dari sepuluh orang berencana untuk terus menurunkan berat badan setelah program selesai.

Penelitian tersebut menyarankan bahwa penting untuk mengetahui mekanisme fisiologis mana yang dapat melawan penurunan berat badan.

"Orang bisa kehilangan motivasi dan mengalami kesulitan mengikuti saran diet dan olahraga. Semua ini membuat sulit untuk mempertahankan berat baru yang lebih rendah," tambah Martins.

Ia melanjutkan, obesitas adalah perjuangan sehari-hari untuk sisa hidup seseorang.

"Kita harus berhenti memperlakukannya sebagai penyakit jangka pendek dengan memberi pasien beberapa dukungan dan bantuan, yang kemudian membiarkan mereka berjuang sendiri."

 


(ELG)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DIET
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 21-08-2018