DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Waspada Glaukoma, Penyebab Kebutaan Kedua Setelah Katarak

- 13 Maret 2018 16:05 wib
Ilustrasi. (Thinkstock)
Ilustrasi. (Thinkstock)

Jakarta: Glaukoma merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan rusaknya saraf optik akibat tekanan di dalam mata. Faktanya, Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut glaukoma adalah penyebab kebutaan kedua setelah katarak.

Dokter Spesialis Mata Astrianda Suryono mengatakan berbeda dengan katarak atau gangguan penglihatan pada umumnya, glaukoma tidak menunjukkan gejala di awal.

"Glaukoma dikenal sebagai 'pencuri penglihatan' atau silent disease. Mata enggak merah, enggak sakit, tapi penglihatannya sedikit demi sedikit menghilang dari pinggir dan menyisakan penglihatan di depan," katanya, dalam Newsline, Selasa, 13 Maret 2018. 

Karena tak menunjukkan gejala, Astri mengungkapkan umumnya pasien glaukoma yang datang ke dokter sudah berada pada stadium lanjut. Faktor risiko glaukoma selain berasal dari genetik juga karena tingginya tekanan dalam bola mata, miop, hipermetropia, sampai dengan penggunaan steroid yang terdapat pada obat tetes mata dalam jangka panjang.

Berbeda dengan katarak yang bisa disembuhkan dengan operasi, glaukoma tidak. Menurut Astri, glaukoma bersifat ireversibel atau penglihatan tidak bisa pulih seperti sedia kala kendati telah melakukan tindakan operasi.

"Sel saraf kan sifatnya beregenerasi seperti sel kulit, tapi pada glaukoma sarafnya tidak bisa regenerasi. Beda dengan katarak setelah dioperasi biasanya bisa melihat lagi, kalau glaukoma tidak. Di sinilah bahayanya," jelas Astri.

Sampai saat ini, kata Astri, belum ada pengobatan spesifik yang mampu menahan saraf pada mata mengalami penurunan. Yang bisa dilakukan adalah mengontrol tekanan pada bola mata untuk menekan potensi kebutaan. 

"Memang ketika (stadium) sudah lanjut baru mulai muncul keluhannya, tapi sudah harus diwaspadai jika mata sering merasa pegal atau ketika melihat cahaya seperti ada pelangi bisa jadi itu tanda tekanan pada bola mata meningkat," ungkapnya.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN MATA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 10-12-2018