Mitos Seputar Jet Lag

Anindya Legia Putri - 13 Januari 2018 08:34 wib
Ilustrasi. Shutterstock
Ilustrasi. Shutterstock

Jakarta: Seperti zombie, jet lag sering diderita orang yang bepergian menggunakan pesawat. Hal ini disebabkan tubuh tak mampu menyesuaikan diri dengan zona waktu yang baru, ditambah lelah dan kebingungan setelah perjalanan jauh.

Pada akhirnya, banyak orang memilih penerbangan malam, untuk bisa beristirahat atau tidur
selama perjalanan dan berpikir saat tiba di tempat tujuan akan mendapatkan cukup energi untuk beraktivitas.

Tahukah Anda bahwa hal tersebut merupakan salah satu mitos seputar jet lag. Dilansir laman Travelandleisure, Jumat, 12 Januari 2018, berikut ini mitos seputar jet lag dan kebenaran di baliknya.

Jet lag disebabkan kurang tidur

"Jet lag terjadi saat kita mengalami desinkronisasi antara jam tubuh internal dan jam waktu eksternal dari tujuan kita," kata Natalie D. Dautovich, seorang sarjana lingkungan di National Sleep Foundation.

Gejala desinkronisasi ini termasuk kelelahan, sulit tidur, sulit berkonsentrasi, gangguan pencernaan, dan suasana hati yang negatif.

Pesan penerbangan malam untuk membantu Anda tidur

Salah satu cara termudah menghindari gejala jet lag adalah dengan memesan penerbangan siang hari. Saat mendarat malam hari, Anda bisa mendapatkan istirahat efektif di penginapan, daripada tiba di tempat tujuan siang hari, lalu beraktivitas dengan tubuh yang lelah.

Tidur di pesawat dan Anda akan baik-baik saja

"Pesawat terbang adalah tempat yang mengerikan untuk tidur," kata Dr. Bazil.

Lebih baik terbang dengan terjaga, karena kebanyakan penerbangan tidak cukup lama untuk membuat Anda mendapatkan tidur nyenyak. Kecuali dalam penerbangan yang menghabiskan banyak waktu perjalanan.

Segelas anggur atau bir akan membantu Anda tidur di pesawat

Banyak orang menikmati koktail di pesawat dengan harapan bisa tidur selama penerbangan. Natalie D. Dautovich, sarjana lingkungan di National Sleep Foundation, justru merekomendasikan untuk menghindari alkohol setidaknya tiga sampai empat jam sebelum tidur.

Dia mengatakan bahwa alkohol sebenarnya bisa bertindak sebagai stimulan, yang tentu saja akan menjadi kontraproduktif. Sebagai gantinya tetap terhidrasi dengan air.

Anda hanya bisa berurusan dengan jet lag begitu mendarat

Anda bisa memulai pertempuran melawan jet lag sebelum Anda melangkah ke pesawat dengan mengutak-atik jam tangan Anda.

"Untuk meringankan gejala jet lag, bantu tubuh Anda mulai bersiap menghadapi perubahan sesegera mungkin. Jika bisa, ubah jadwal tidur Anda secara bertahap pada hari-hari menjelang perjalanan. Itu berarti, jika mungkin, mendorong waktu tidur Anda sejam lebih awal atau lebih lambat setiap malam sampai Anda sedikit banyak beroperasi di zona waktu yang sama dengan tujuan liburan Anda,” kata Dautovich.


(TRK)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENERBANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-04-2018