Pentingnya Memahami Kondisi Darurat pada Anak

- 11 September 2017 15:57 wib
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/ Rivan Awal Lingga)
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/ Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memiliki buah hati yang sehat dan ceria tentu jadi harapan setiap orang tua. Namun ada kalanya, anak mengalami sakit yang membuat keadaan berubah 180 derajat.

Menurut Dokter Spesialis Anak Irene Yuniar, penting bagi orang tua untuk memahami gejala tak biasa pada anak untuk mencegah sakit lebih lanjut. Tak hanya yang tampak secara fisik, namun juga yang disebabkan adanya gangguan di organ tubuh anak akibat infeksi.

"Ada kondisi medis yang disebut patologis. Diharapkan orang tua mengetahui, misalnya demam. Kriteria demam apa saja, suhu yang disebut demam berapa," ujar Irene, dalam Newsline, Senin 11 September 2017. 

Irene mengatakan naluri sebagai ibu umumnya mengetahui ada yang tak biasa pada anak. Hal ini bisa menjadi acuan untuk mencari tahu lebih lanjut apakah keluhan yang dialami anak hanya sakit biasa atau justru berbahaya.

Dia mencontohkan kasus demam. Meskipun tubuh sudah panas, anak belum memasuki kriteria demam jika suhunya masih di bawah 37,5 derajat celsius.

Kriteria demam, kata Irene, ketika suhu tubuh di atas 38 derajat celsius. Kondisi demam juga akan membuat anak jadi mudah rewel dan merasa tidak nyaman.

Selain yang tampak, orang tua juga bisa mencermati pola pernapasan anak. Ketika napas anak lebih tenang dan teratur, bisa dipastikan anak dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi pada kondisi tertentu misalnya napas anak cenderung lebih cepat dari biasanya atau merasa sesak, boleh jadi merupakan indikasi sakit tertentu.

Irene mengatakan, kriteria sesak ada dua komponen, saat mengambil napas (inspirasi) dan mengeluarkan napas (ekspirasi). Kelainan saat ekspirasi misalnya terdengar bunyi napas tambahan seperti pada pasien asma.

"Tetapi pada kasus infeksi misalnya di jaringan paru dia lebih susah saat menarik napas. Bisa disertai bunyi napas lain seperti grok grok atau melibatkan otot di sekitarnya. Yang harus diperhatikan orang tua, pastikan anak harus bebas jalan napasnya," kata Irene.

Pada dasarnya, kata Irene, kewaspadaan orang tua terhadap kondisi anak adalah yang utama. Bila perlu, orang tua bisa mengikuti pembekalan kesehatan yang diselenggarakan oleh layanan kesehatan atau mencari sumber terpercaya untuk mengantisipasi kondisi tak biasa pada anak.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN ANAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-11-2017