Bayi Meninggal Karena Pneumonia, Ibu Ini Larang Asap Rokok Masuk Rumah

Sri Yanti Nainggolan - 14 September 2017 17:21 wib
Muhammad Hafizh Syawal harus meregang nyawa karena terpapar asap rokok dan menyebabkan pneumonia. (Foto: Ilustrasi. Erci Froehling/Unsplash.com)
Muhammad Hafizh Syawal harus meregang nyawa karena terpapar asap rokok dan menyebabkan pneumonia. (Foto: Ilustrasi. Erci Froehling/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meninggalnya bayi Muhammad Hafizh Syawal pada akhir Juli 2017, akibat pneumonia yang disebabkan oleh paparan asap rokok, membuat sang ibu Fitria Indah Lestari berniat melarang adanya paparan asap buruk tersebut di lingkungan rumahnya. 

Paparan rokok yang mengenai bayi berusia 1 bulan kala itu terjadi saat acara syukuran Aqiqah, dimana Hafizh mengalami batuk dan sesak nafas dua hari setelahnya. Ternyata, dokter mendiagnosis Hafizh terkena pneumonia yang berasal dari paparan asap rokok. 


(Perbincangan dalam talkshow #melawanrokok, Kamis (14/9/2017). Foto: Metrotvnews.com/Sri Yanti Nainggolan)

Kejadian duka tersebut memberi banyak pelajaran pada Fitria. Kini, ia tak memperbolehkan asap rokok masuk rumah.

"Tamu yang datang tak diperbolehkan merokok di rumah. Kalau mereka mau merokok, saya minta di luar rumah," ia memberi contoh larangan yang diberlakukannya dalam talkshow #melawanrokok, Kamis (14/9/2017). 

(Baca juga: Periksa Gigi Rutin Kurangi Risiko Pneumonia)

Selain itu, suaminya yang dulunya adalah perokok, juga ikut berhenti menghisap rokok sejak kejadian tersebut. 


(Jauhkan paparan asap rokok dari bayi. Foto: Ilustrasi. Aditya Romansa/Unsplash.com)

Anak pertama Fitria yang saat ini berusia 2,5 tahun juga sebisa mungkin dijauhkan dari paparan rokok dengan cara menghindari orang-orang yang merokok. 

Bayi Hafizh sendiri diduga terpapar asap rokok yang berasal dari para tamu saat bertandang ke rumahnya saat momen tersebut. Fitria membagikan kisah pilunya di media sosial Facebook yang kemudian menjadi viral.










(TIN)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 24-11-2017