Lakukan Perawatan Ini Bila si Kecil Berkulit Sensitif

- 13 September 2017 17:15 wib
(Foto: Pinterest)
(Foto: Pinterest)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kehadiran anak kedua bagi presenter Dian Ayu Lestari memberi pelajaran tersendiri. Ia semakin yakin dengan ungkapan yang menyebutkan bahwa setiap anak itu istimewa, karenanya perlakuan terhadap mereka pun tak bisa disamaratakan begitu saja.

"Semula, aku pikir karena anakku yang pertama relatif tidak ada masalah, yang kedua pun akan begitu. Rupanya tidak begitu," tutur Dian saat menghadiri peluncuran rangkaian produk perawatan kulit bayi Johnson's Sensitive Touch, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menceritakan, berbeda dengan putri pertamanya, anak keduanya, Btara Langit Anandayu, yang lahir pada Mei lalu ternyata memiliki kulit sensitif. "Tadinya ketika belum tahu, aku samain saja perawatan dia dengan kakaknya dulu. Termasuk sabun mandi, sampo, dan segala macamnya. Ternyata itu keliru," tuturnya.

Menurut Dian, ia sempat kebingungan ketika muncul ruam di pipi Btara. Ia semakin panik ketika ruam itu juga menjalan ke beberapa bagian tubuhnya. "Kejadiannya setelah pulang dari baby spa. Di sana Btara dipijat dengan minyak. Pulang-pulang jadi merah-merah, rewel, gelisah, susah tidur. Kitanya jadi panik," ungkapnya.

Ketika diperiksakan ke dokter, dinyatakan bahwa ruam tersebut merupakan reaksi alergi. Karenanya Dian harus menghindari konsumsi jenis makanan tertentu karena bisa memicu reaksi alergi ketika masuk ke tubuh bayi melalui ASI-nya. "Saya pun membatasi beberapa makanan, seperti yang mengandung susu sapi. Tapi setelah dicoba, enggak menyelesaikan masalah, ruamnya tetap ada," katanya.

Akhirnya, setelah berdiskusi dengan dokter, keluarga, dan rekan-rekannya sesama ibu, ia disarankan mengganti sabun dan sampo bayinya dengan produk khusus untuk kulit sensitif. "Bersyukur, saran itu efektif. Ruam di pipi dan tubuh Btara berangsur hilang. Dia jadi bisa tidur nyenyak," ujarnya lega.

Problem kulit sensitif pada bayi seperti yang dituturkan Dian itu memang kerap merepotkan orangtua. Terutama karena bayi menjadi sulit tidur. Padahal, tidur merupakan fase penting bagi tumbuh kembang bayi.

Menurut dokter spesialis kulit Mirawati Setyorini, hingga berusia sebulan semua bayi memiliki kulit sensitif.

"Sebab skin barrier atau sistem pertahanan kulitnya memang belum berkembang sempurna. Lapisan sel kulitnya masih tipis sehingga zat-zat kimia dari apa pun yang dioles ke kulitnya atau kontak dengan kulitnya mudah masuk. Kadar lipid dan pelembap alamiahnya juga masih sedikit sehingga kulitnya cenderung mudah kering dan teriritasi," jelasnya.

Seiring waktu, umumnya setelah bayi melewati usia sebulan. Struktur kulitnya lebih berkembang makin sempurna. Namun, pada bayi-bayi yang memang memiliki kelainan kulit sensitif, perkembangan itu terganggu. "Pada bayi berkulit sensitif, ada gangguan pertahanan kulit sehingga dia hiperaktif terhadap zat-zat iritatif dan alergenik yang menempel di kulitnya baik melalui produk sabun, sampo, losion, bahkan baju, handuk, dan selimutnya," paparnya.

Kondisi kulit sensitif itu bisa dilihat dari beberapa gejala, antara lain kulit lebih kering, sering gatal saat keringatan, saat memakai pakaian berpewangi, dan berbahan wol, timbul bercak putih di badan, sering infeksi kulit, dan timbul ruam merah.

"Jika dibiarkan, ruam merah tersebut bisa berkembang menjadi eksim dan infeksi kulit yang lebih parah," katanya.

Pentingnya pelembap

Untuk mencegah hal tersebut, lanjut Mirawati, bayi berkulit sensitif membutuhkan perawatan khusus. Termasuk penggunaan sabun, sampo, dan losion khusus yang noniritatif dan hipoalergenik.

"Mandi juga enggak boleh lama-lama, maksimal 15 menit. Kalau mandinya beredam, maksimal 5 menit. Sebab, makin lama mandinya, makin besar penguapan air pada kulitnya. Sabun dan sampau harus dibilas bersih.

Habis mandi, badan harus dikeringin semua, kalau ada sisa air di lipatan kulit bisa memicu iritasi, setelah kering langsung pakai losion untuk menjaga kelembapan kulitnya," terang dia.

Pada kesempatan sama, Head of Professional Marketing PT PT Johnson & Johnson Indonesia, Sri Hastuti Kumaladewi, menjelaskan hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian pelembap merupakan salah satu kunci perawatan kulit sensitif pada bayi.

"Studi itu membandingkan kelompok bayi berkulit sensitif yang memakai produk perawatan (sabun, losion) biasa dengan sabun dan losion yang berkandungan pelembap tinggi. Hasilnya, pada kelompok yang memakai produk berkandungan pelembap 10 kali lebih tinggi, kejadian dermatitis atopiknya (ruam merah) 32% lebih rendah," terangnya.

Penanganan kulit sensitif

1. Mandi dua kali sehari.

2. Air mandi jangan terlalu panas, suhu maksimal 37,5 derajat celsius. Langkah praktis untuk mengetesnya, masukkan siku ke air, pastikan hangatnya suam-suam kuku.

3. Jangan memakai sabun antiseptik.

4. Pakai sabun yang berpelembap, hipoalergenik, noniritatif, pH balance.

5. Mandi maksimal 15 menit, jika berendam maksimal 5 menit.

6. Pembilasan amat penting, pastikan tidak ada sisa sabun dan sampo.

7. Sesudah mandi, keringkan dengan handuk lembut, tepuk-tepuk jangan digosok.

8. Sesudahnya, segera oleskan losion pelembap yang hipoalergenik dan noniritatif ke seluruh tubuh.

9. Hindari pemakaian minyak kayu putih, minyak telon, dan bedak.

10. Pakaikan baju berbahan katun lembut tanpa pewangi.

11. Jaga kebersihan kamar dan tempat tidur dengan rutin memakai penghisap debu.


(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TIPS KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 24-11-2017