Cerita Tim Dokter RS Moewardi Angkat Tumor Pasien Seberat 18 Kilogram

Pythag Kurniati - 12 Oktober 2017 19:57 wib
Tim dokter RSUD Dr. Moewardi Solo, Jawa Tengah (Foto: Pytag Kurniati)
Tim dokter RSUD Dr. Moewardi Solo, Jawa Tengah (Foto: Pytag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Tim dokter RSUD Dr. Moewardi Solo, Jawa Tengah berhasil mengangkat tumor ganas dari sumsum tulang di tulang belikat pasien seberat 18 kilogram. Tumor ganas tersebut hampir setengah tahun berkembang di tubuh pasien asal Ngawi, Jawa Timur berinisial S, 45.

Meski kasus tumor tulang tidak dikategorikan langka, namun penindakan yang dilakukan oleh tim dokter tergolong tidak biasa. Tim dokter mengangkat tumor ganas yang menempel pada bahu kiri tanpa melakukan amputasi. Mereka tetap mempertahankan alat gerak (tangan) pasien.

Salah seorang dokter Spesialis Orthopedi yang menangani, dr Rhyan Darma Saputra menuturkan, benjolan di tubuh S berkembang dalam waktu lima hingga enam bulan. “Tumor ini tumbuh sangat besar,” ungkap Rhyan saat ditemui di RSUD Dr. Moewardi Solo, Kamis, (12/10/2017).

Akibatnya, selama berbulan-bulan S tidak dapat tidur telentang. Ia juga mengalami gangguan gerak.

Tak hanya itu, setelah dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Angiography (MRA) tumor tersebut ternyata memiliki banyak pembuluh darah, sehingga penindakan (operasi) akan memunculkan resiko bocornya pembuluh darah yang langsung berhubungan dengan jantung pasien.

Lantaran resiko yang cukup besar, dr Rhyan menggandeng seorang dokter spesialis bedah thorax cardiovascular, dr Dharmawan Ismail. Tim dokter tidak hanya berfokus pada upaya membuang tumor, tetapi juga menghindari pendarahan dan mempertahankan alat gerak.

Operasi pengangkatan tumor, lanjutnya, dilakukan pada Kamis, 5 Oktober 2017 lalu dan berlangsung selama tujuh jam. “Penindakan ini berhasil mempertahankan alat gerak atau tanpa amputasi,” terang dia.

Pascaoperasi, tim dokter terus melakukan evaluasi dan melanjutkan penelitian mendalam pada jenis tumor. Penelitian ini akan menentukan rangkaian tindakan yang harus dijalani pasien setelah operasi.

Rhyan mengaku, dalam tiga tahun terakhir, prosedur serupa telah dilakukan dua kali. "Sebelumnya pada tahun lalu, ada juga pasien dengan kasus dan jenis tumor berbeda namun kondisinya mirip," pungkasnya.



 


(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-10-2017