DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.672.749.522 (17 AGUSTUS 2018)

Mengenal Microsleep, Gangguan Tidur yang Bahayakan Keselamatan Mengemudi

Sri Yanti Nainggolan - 14 Juni 2018 12:22 wib
(Foto: Shutterstock)
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Hampir setengah dari pria yang menyetir mengaku mengalami microsleep. Data statistik tahun 2014 dari badan keselamatan jalan Brake menyebutkan bahwa dari 1.000 partisipan, 45 persen pria dan 22 persen wanita mengaku mengalami microsleep.

Microsleep adalah episode tidur ringan selama lima hingga 10 detik. Otak tertidur tanpa sadar dan terbangun dengan tiba-tiba, seringkali dengan sentakan kepala yang tajam. Umumnya, hal ini terjadi dalam situasi monoton.

"Kelopak mata Anda mulai terkulai dan Anda mulai hilang kontak dengan kewaspadaan," kata Prof Jim Horne, direktur Sleep Research Center Universitas Loughborough.

"Anda tertidur selama beberapa detik, lalu bangun, sering dengan guncangan," tambah Horne.

Horne melanjutkan, tidur seharusnya bertahan lebih dari satu atau dua menit agar otak bisa mengingatnya. Dengan microsleep, seseorang akan dibiarkan dengan perasaan tidak tahu apakah mulai atau selesai tidur.

Pemicu utamanya adalah kelelahan. Jika tidak diatasi, kejadian ini akan lebih sering terjadi dengan durasi yang lebih lama.

Goncangan kepala dalam keadaan berbahaya atau mendadak, seperti saat mengendarai mobil atau dalam rapat, kadang-kadang dapat mencegah episode lebih lanjut karena memicu adrenalin dalam tubuh.

Sopir sangat rentan mengalami microsleep karena menyetir dalam keadaan yang cenderung monoton. Hal ini lebih berisiko terjadi pada sore hari karena tubuh mengalami penurunan tingkat energi, serta pada malam hari ketika seseorang punya kebiasaan tidur.

Pengemudi muda juga lebih berisiko karena orang-orang muda pada umumnya membutuhkan lebih banyak tidur.

Diperkirakan hampir 20 persen dari kecelakaan di jalan-jalan utama berhubungan dengan tidur, menurut Departemen Transportasi di Inggris.

"Tidur tidak datang tiba-tiba. Anda tidak bisa menyetir sepanjang satu menit dan jatuh tertidur berikutnya. Selalu ada waktu yang cukup untuk menyadari betapa mengantuknya Anda."

Ia menyarankan untuk mengonsumsi kafein sekitar 150 mg untuk bisa tetap terjaga setidaknya 20 menit. Jika tak mempan, cobalah tidur siang selama 15 menit supaya lebih segar saat kembali berkendara.



(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KAMUS KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 17-08-2018