Mengenal Sindrom Tourette, Gangguan yang Sebabkan Kelainan Vokal dan Motorik

Nia Deviyana - 10 Agustus 2017 16:12 wib
Penyakit tourette muncul dalam bentuk gejala klinis seperti gangguan ekspresi suara dan motorik. (Foto: Drug Abuse)
Penyakit tourette muncul dalam bentuk gejala klinis seperti gangguan ekspresi suara dan motorik. (Foto: Drug Abuse)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tora Sudiro, melalui pengacaranya, mengaku mengonsumsi Dumolid karena menderita syndrom tourette. Penyakit ini muncul dalam bentuk gejala klinis seperti gangguan ekspresi suara dan motorik.

Bagaimana gejala klinis tourette?

"Suka tiba-tiba bersin-bersin, berkedip-kedip, atau kedutan otot. Bisa terjadi karena ada faktor pencetus maupun tanpa faktor pencetus," jelas DR dr Arman Yurisaldi Saleh, MS, Sp.S, spesialis saraf di Rumah Sakit Satyanegara Sunter saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (10/8/2017).

Sementara kelainan motorik yang muncul pada penderita tourette, bisa dalam bentuk vocal ecolalia (menirukan suara orang), atau bisa juga coprolalia (mengeluarkan kata-kata jorok atau latah).

Sindrom tourette disebabkan oleh faktor genetik.

"Ada kelainan neurotransmitter dopamin di otak. Secara anatomi, tourette tidak ditandai dengan ciri khusus di bagian otak. Foto anatomi bisa ada perubahan pada seorang penderita tourette, tetapi tidak selalu. Tetapi secara kimiawi, bisa tampak kelainan jika dilihat melalui foto PET (Positron Emission Tomography) Scan," lanjut dokter yang juga menjadi PNS di Kementrian Kesehatan RI itu.

Tourette dibagi menjadi dua, ada yang bersifat sementara dan menetap.

"Dua-duanya sama-sama muncul sebelum usia 18 tahun. Yang bersifat sementara, kurang dari setahun biasanya sudah hilang, sedangkan yang sifatnya menetap, berlangsung lebih dari setahun," urainya.

Terapi tourette dilakukan dengan dopamin antagonis atau dopamin blocker, serta Cognitive Behavioural Therapy untuk mengerem gejala yang muncul.

Karena produksi dopamin pada penderita tourette meningkat, maka diperlukan dopamin antagonis untuk menekan agar produksinya tidak berlebihan. Penggunaan dumolid, tambah Arman, sama sekali tidak ada hubungannya dengan tourette.

"Dumolid itu nitrazepam untuk gangguan tidur, bukan (obat) tourette," pungkas Arman.

Dumolid merupakan nama paten dari pabrik obat yang diproduksi sekitar 1978-1981. Tahun 1990-an, obat ini sempat terkenal karena banyak disalahgunakan. Barulah sekitar tahun 2000, penyalahgunaan beralih ke putaw, cocain, sabu, dan lainnya.

Menurut Ahli Kimia Farmasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Drs Mufti Djusnir MSi. Apt,  sudah lama sekali sebagian besar apotek dan rumah sakit wilayah jabodetabek tidak mendapat suplay dari PBF, sehingga sulit mendapatkan Dumolid dari tempat-tempat resmi dan dengan resep dokter.
 


(DEV)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TORA SUDIRO
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 19-10-2017