Ini Perawatan Setelah Pengobatan Saraf Kejepit

Sri Yanti Nainggolan - 13 September 2017 09:00 wib
Untuk olahraga, dr. Mahdian menyarankan para pasien saraf kejepit untuk melakukan aktivitas fisik seperti berenang atau sepeda statis. (Foto: Shutterstock)
Untuk olahraga, dr. Mahdian menyarankan para pasien saraf kejepit untuk melakukan aktivitas fisik seperti berenang atau sepeda statis. (Foto: Shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam setiap pemulihan, terdapat beberapa larangan agar penyakit tak lembali. Demikian pula untuk proses kesembuhan pada penyakit saraf kejepit yang menggunakan metode operatif.

Metode operatif pada saraf kejepit sendiri dibagi menjadi dua jenis, yaitu konvensional dan minim invasif. Perbedaan yang paling mencolok adalah lebar sayatan dimana metode konvensiobal sebesar 15 cm sementara metode minim invasif kurang dari 1 cm.

Dari segi waktu, metode pertama membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama, yaitu sekitar empat minggu, dibandingkan metode minim invasif yang menggunakan endoskopi dengan jangka waktu istirahat satu minggu.



"Asalkan tak melakukan aktivitas berat selama masa pemulihan, kedua jenis operasi tersebut aman saja," tukas dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dari Jakarta Pain & Spine Center dalam temu media, Selasa (12/9/2017). 

Untuk metode minim invasif yang menggunakan teknik endoskopi, pasien hanya perlu istirahat total selama satu minggu dengan toleransi aktivitas 15 menit. Namun ada beberapa aktivitas yang sebaiknya dihindari dalam jangka waktu lama. 

"Duduk terlalu lama tak disarankan karena posisi tersebut membuat beban di pinggang jauh lebuh berat ketimbang saat berdiri," jelas dr. Mahdian. 

Selain itu, pasien juga tak diperbolehkan mengangkat beban berat dengan posisi permulaan membungkuk. Contoh paling sering adalah mengangkat pot atau mengangkat ember berisi cucian. 

(Baca juga: Kenali Tanda-tanda Kerusakan Saraf)

"Posisi yang salah terbukti dari adanya bunyi yang berasal dari bagian tulang belakang atau pinggang saat mengangkat beban yang artinya bantalan tulang pecah," paparnya. 



Selain itu, pasien sebaiknya menghindari menaiki tangga yang terlalu tinggi karena dapat memforsir kerja tulang belakang yang masih dalam tahap pemulihan. 

Untuk olahraga, dr. Mahdian menyarankan para pasien saraf kejepit untuk melakukan aktivitas fisik seperti berenang atau sepeda statis dibandingkan olahraga angkat beban. 

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau lebih dikenal dengan saraf kejepit merupakan penonjolan inti dari bantalan tulang (diskus) pada bagian tulang belakang sehingga menekan saraf pada area tersebut. Akibatnya, penderita merasakan nyeri yang luar biasa disertai dengan gangguan-gangguan lain dimana membuat produktivitas menurun.











(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN SARAF
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-09-2017