4 Hal dari Ciuman yang Bisa Bikin Anda Lebih Kuat

Yatin Suleha - 12 Oktober 2017 16:25 wib
Banyak kortek digunakan saat sensasi berciuman terjadi, misalnya di sekitar bibir, pipi, lidah dan juga hidung. (Foto: Pablo Heimplatz/Unsplash.com)
Banyak kortek digunakan saat sensasi berciuman terjadi, misalnya di sekitar bibir, pipi, lidah dan juga hidung. (Foto: Pablo Heimplatz/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi Anda pasangan suami istri, mencium pasangan saat bangun tidur atau saat akan tidur merupakan hal yang romantis. Ternyata, mencium pasangan Anda ini tak hanya membuat Anda larut dalam dunia keromantisan, namun juga ternyata baik bagi kesehatan fisik dan mental Anda.

Dilansir dari Rd.com, berikut ini adalah 4 hal dari berciuman yang bisa Anda ketahui:

(Baca juga: Ini yang Bisa Dikatakan Lewat Ciuman)

1. Menambah imunitas
Dalam jurnal Medical Hypotheses, faktanya ditemukan bahwa berciuman dapat meningkatkan imunitas wanita dari virus Cytomegalovirus, yang mana bisa menyebabkan kebutaan pada bayi dan kecacatan yang bisa dibawa oleh ibu selama hamil.



2. Meningkatkan hormon bahagia

Ketika Anda berciuman dengan pasangan sekaligus membuat Anda rileks. Dan para peneliti melaporkan bahwa ketika Anda rileks dalam berciuman ini meningkatkan level oksitosin, sebuah zat kimia alami yang mampu menenangkan Anda.

Selain itu juga meningkatkan endorpin, zat kimia yang membuat tubuh Anda terasa nyaman. Dan tak lupa, dopamin juga meningkat yang bisa menambah kedekatan romantis Anda dan pasangan.

3. Mengencangkan otot wajah
Tentu saja olahraga baik bagi tubuh Anda, namun jangan merendahkan akibat baik dari berciuman dengan suami atau istri Anda. Para peneliti mengatakan bahwa saat Anda berciuman ada 30 otot yang dapat membantu pipi Anda jadi tambah kencang. 



4. Menghubungkan banyak korteks
Banyak kortek digunakan saat sensasi berciuman terjadi, misalnya di sekitar bibir, pipi, lidah dan juga hidung. Lebih dari 12 saraf kranial yang digunakan di sekitar mulut. "Dan saat berciuman ini menghubungkan mekanisme yang terhubung dengan kesehatan, reproduktif dan genetik," ucap Gordon G. Gallup Jr., profesor dari evolutionary psychology di the State University of New York di Albany, Amerika.

Profesor Gallup mempelajari kompetisi reproduksi dan atraksi biologi interpersonal. "Untuk itu, Anda bisa menikmatinya dengan istri atau suami Anda sebagai preposisi sebelum melakukan hubungan seksual. Lakukan tanpa adanya tekanan," pesan Prof. Gallup.









(TIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA KESEHATAN
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017